Bekasi, innews.co.id – Berangkat dari seorang profesional, Ir. Sihar Sitohang sadar betul bahwa hidup tidak sekadar mencari kecukupan, tapi justru bagaimana menjalani hidup dan memberi kemanfaatan bagi orang banyak.

Untuk itulah, akhirnya Sihar memutuskan terjun ke dunia politik. Tidak tanggung-tanggung, dirinya pun menjadi salah satu yang menggawangi lahirnya Partai Hanura yang diawal dulu dikomandoi Jenderal TNI (Purn) Wiranto.

Ir. Sihar Sitohang, didukung masyarakat lintas agama

Sebagai seorang profesional, utamanya di dunia perkapalan, Sihar pun telah bekerja di berbagai perusahaan multi-nasional sampai internasional. Bahkan di Humpuss, ia melakoni pekerjaan dari proyek 4 kapal hingga ratusan pesanan yang harus ia kerjakan. Pun ia beberapa kali memimpin perusahaan yang karyawannya rata-rata orang asing.

Berbagai jabatan strategis pernah ia duduki. Sampai pada suatu titik di mana ia menilai cukuplah pengabdiannya dalam dunia pekerjaan. “Semua sudah saya miliki. Hidup ini harus juga memberi manfaat bagi banyak orang,” ujarnya.

Sihar pun memutuskan masuk dunia politik dan menjadi calon legislatif di Pemilu 2009. Saat itu, ia belum berhasil. Namun kiprahnya di masyarakat terus berlanjut.

Sihar Sitohang, selalu ada untuk rakyat

Sampai pada Pemilu 2014, Sihar kembali maju sebagai anggota dewan, dan terpilih. “Bagi saya, menjadi anggota dewan adalah anugerah Tuhan agar saya bisa memparipurnakan hidup lewat pengabdian kepada masyarakat luas,” kata Sihar saat ditemui di ruang Pimpinan Komisi II DPRD Kota Bekasi, Rabu (21/11).

Sihar kini duduk sebagai Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi yang membidangi infrastruktur, lingkungan hidup, dan sebagainya. “Ini komisi yang krusial dan mengontrol anggaran terbesar di Kota Bekasi. Hampir 70 persen dari APBD Kota Bekasi diawasi oleh Komisi II,” ujarnya.

Meski demikian, prinsip kehati-hatian dan kerja keras membuat dirinya mampu bertahan dengan berbagai peliknya persoalan yang muncul. Lagi-lagi, keprofesionalitasannya selama ini mampu diimplementasikan sehingga pekerjaannya di dewan selalu tuntas.

Sihar Sitohang, sering diundang sebagai pembicara

“Kalau orang bilang Komisi II tempatnya ‘basah’, saya justru balik bertanya, ‘basahnya’ dimana? Yang ada, saya selalu harus menghadapi hal-hal yang tidak mengenakan. Saya tulus dan lurus aja dalam bekerja,” ujar Sihar yang dikenal low profile ini.

Berbuat banyak

Ia mengisahkan, harus berjuang untuk bisa memindahkan sampah di daerah Jati Waringin yang telah tertimbun selama 30 tahun di tanah yang dekat permukiman warga.

“Bagi saya, timbunan sampah membuat masyakarat tidak sehat. Banyak penyakit bisa menghinggapi masyarakat. Banyak orang bilang sulit memindahkan sampah itu, tapi saya bersikeras angkat sampah itu. Dan, ternyata bisa. Bahkan sekarang, udara di sekitar situ sudah bersih, tidak lagi berbau. Sebelumnya, dari jarak jauh saja sudah tercium aroma tidak sedap,” urainya.

Sihar Sitohang, salah satu ahli perkapalan nasional

Ditambahkannya, kondisi air di pemukiman warga juga tidak berwarna putih bening. Namun, itu pelan-pelan akan dibenahi.

Demikian halnya dengan rencana pembangunan LRT, di mana ada puluhan rumah warga yang saat pembebasan lahan dibayar tidak dengan semestinya.

Menerima laporan warga, Sihar langsung turun tangan memanggil pihak-pihak terkait, termasuk Adhi Karya sebagai kontraktor. Setelah melalui negosiasi yang alot, akhirnya ganti rugi dibayarkan sesuai keinginan warga.

Sihar Sitohang, rajin turun ke masyarakat menyerap aspirasi

Ada sederet prestasi yang ditorehkan Sihar selama menjadi anggota dewan. “Saya berikan semua tulus kepada masyarakat Bekasi, tanpa pamrih,” ucap Sihar.

Ia mau masyarakat merasa nyaman dan sejahtera dengan keberadaan wakil rakyat yang peduli dan mau turun tangan menyelesaikan berbagai masalah rakyat.

Perluas pelayanan

Jelang 5 tahun mengabdi, Sihar melihat ada banyak persoalan dimana penyelesaiannya berada di level provinsi (Jawa Barat). Salah satunya soal air bersih di wilayah Bekasi.

Sihar Sitohang, sosialisasi kebijakan DPRD Kota Bekasi lewat radio

Nuraninya berkecamuk, apa yang harus ia lakukan? Sampai akhirnya ia menemukan jawaban, yakni meneruskan pengabdiannya ke tingkat yang lebih tinggi, yakni di level provinsi.

Karena itu, pada Pemilu Legislatif 2019, Sihar memutuskan maju sebagai calon legislatif di Provinsi Jawa Barat dengan Partai Hanura melalui daerah pemilihan 8 yakni, Kota Bekasi dan Depok, nomor urut 5.

“Saya ingin warga Bekasi hidup sehat. Tidak lagi mengonsumsi air yang tercemar. Untuk itu, butuh kebijakan dan langkah konkrit di hulu, tidak bisa diputuskan di Bekasi saja,” urai Sihar.

Sihar Sitohang, emban amanah rakyat

Sihar memikirkan bagaimana Bekasi punya sumber air baku yang bisa dikonsumsi langsung oleh masyarakat. Berkaca pada sistem pipanisasi di wilayah Sibolangit, Sumatera Utara, ia pun ingin warga Bekasi bisa menikmati air bersih.

Kesehatan masyarakat di Bekasi menjadi concern Sihar dalam pengabdian selanjutnya di tingkat provinsi.

Ada banyak hal lain yang akan diperjuangkan Sihar bilamana terpilih sebagai anggota dewan di Jawa Barat.

Sihar Sitohang, siap abdikan hidup bagi masyarakat luas

Namun, kesemuanya ia mengedepankan pengabdian tulus kepada masyarakat. Segala kemampuan dan keprofesionalitasan akan ia curahkan demi kemaslahatan masyarakat. Tidak ada kata lain bagi Sihar selain meneruskan perjuangan, sehingga hidupnya menjadi bermanfaat bagi banyak orang.

Kepada masyarakat, Sihar menitip pesan, jangan sampai salah memilih atau memilih karena uang, kedekatan daerah, suku, dan sebagainya.

“Kompetensi menjadi hal yang wajib diperhatikan masyarakat. Jangan seperti membeli kucing dalam karung. Lihat track records caleg dan tentukan pilihan berdasarkan hati nurani. (RN)