Yogyakarta, innews.co.id – Bicara mengenai gugatan di IPPAT, Dr. Irwan Santosa, SH., M.Kn., yang duduk sebagai Ketua Bidang Organisasi PP IPPAT periode 2018-2021 mengatakan, itu hak dari setiap anggota menyikapi permasalahan yang terjadi.

“Sebagai pengurus, kami akan hadapi biasa saja. Gugatan itu tidak luar biasa. Kami menjalankan jabatan untuk menjalankan organisasi. Kalau gugatan inkrah di PN, jangan lupa jalan masih panjang. Butuh waktu yang lama. Bisa-bisa sampai ke tingkat tertinggi, mungkin kepengurusan sudah selesai,” ujarnya.

Meski begitu, Irwan mempertanyakan, organisasi sudah ada AD/ART, cukup lewat itu saja. “Untuk memperbaiki sesuatu, banyak cara yang bisa ditempuh. Bila lewat pengadilan membutuhkan energi yang besar, waktu yang lama, dan yang lebih parah penafsiran anggota yang berbeda-beda. Bisa saja anggota berpikir, orang-orang (penggugat) ini bikin repot saja, masak ibu kandung digugat,” tukas Irwan.

Silahkan lakukan perubahan di Kongres, kasih masukan, kalau perlu patahkan hal-hal yang mungkin dianggap tidak pas. 

Ada forum

Bicara Kongres VII IPPAT di Makassar, Irwan beranggapan, bisa saja ada kealpaan atau kekeliruan, tapi ada forum untuk memperbaikinya, tanpa harus melalui jalur pengadilan. Kan, setiap enam bulan ada forum rapat.

Gugatan itu, bagi Irwan, tergantung cara pandang dari setiap anggota. “Dengan segala keterbatasannya, Kongres di Makassar ending-nya sempurna,” kata Irwan.

Bicara soal himbauan menunda sementara konferwil dan konferda, menurut Irwan, kepengurusan sekarang sudah dapat amanah yang sah. “Organisasi harus tetap berjalan. Salah satu aktifitas organisasi, sehabis kongres harus diikuti konferwil dan konferda. Silahkan semua jalan seperti biasa, sampai ada keputusan yang inkrah,” imbuhnya. (RN)