Ketua Umum IWAPI Ir. Nita Yudi, MBA., memberi kenang-kenangan kepada Duta Besar RI untuk Papua Nugini dan Kepulauan Solomon Andriana Supandy

Jakarta, innews.co.id – Para wanita pengusaha Indonesia yang tergabung dalam Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) kian memperluas sayap bisnisnya dengan membuka jaringan ke Papua Nugini. Secara khusus para pengurus IWAPI bertemu dengan para pebisnis dari Papua Nugini di Dapur Sunda, Smesco, Jakarta, Selasa (15/10/2019).

Dipimpin langsung Ketua Umum IWAPI Ir. Nita Yudi, MBA., para wanita pengusaha Indonesia saling bertukar pengalaman dan usaha dengan 26 delegasi pebisnis Papua Nugini yang dipimpin Ketua Delegasi Mari Ellingson.

Suasana pertemuan yang penuh keakraban antara IWAPI dengan para pengusaha dari Papua Nugini di Dapur Sunda, Smesco, Jakarta, Selasa (15/10/2019)

Turut hadir pada kesempatan itu Duta Besar RI untuk Papua Nugini dan Kepulauan Solomon, Andriana Supandy. Supandy memaparkan betapa Papua Nugini yang berada satu daratan dengan Indonesia-tepatnya Papua ini memiliki banyak kekayaan alam yang belum tereksplorasi dengan baik.

“Tentu saja, kami berharap, pertemuan dengan IWAPI akan melahirkan kesepakatan-kesepakatan bisnis jangka panjang yang menguntungkan kedua belah pihak,” ujarnya.

Jajaran Pengurus IWAPI dipimpin langsung Ketua Umumnya Ir. Nita Yudi, MBA., menerima delegasi bisnis dari Papua Nugini

Sementara itu Nita Yudi kepada innews menjelaskan, pertemuan ini merupakan langkah awal dimana tidak menutup kemungkinan para wanita pengusaha Indonesia membuka bisnis di Papua Nugini. “Begitu juga sebaliknya, bisa saja pengusaha Papua Nugini berinvestasi di Indonesia. Intinya, kita coba menjajaki bisnis diantara kedua negara,” kata wanita cantik bernama lengkap Dyah Anita Prihapsari ini.

Ditambahkannya, pertemuan business to business lintas negara ini merupakan yang kesekian kali dilakukan IWAPI.

Para pebisnis dari Papua Nugini duduk berhadap-hadapan dengan sejumlah pebinis dari Indonesia yang terhimpun dalam IWAPI

“Ya, kami sudah menjalin kerjasama bisnis dengan Kanada, Korea Selatan, dan lainnya. IWAPI ingin terus mengupayakan agar bagaimana perempuan Indonesia mendapat peran yang semakin besar dalam memberi kontribusi bagi bangsa dan negara,” kata Nita.

Nita yang juga dikenal sebagai pebisnis ini mengatakan, jumlah perempuan di Indonesia begitu banyak dan sangat potensial, bukan hanya sebagai target market, tapi juga harus menjadi pelaku bisnis yang punya kemampuan kelas dunia.

Melalui IWAPI, Nita Yudi dan jajaran pengurus telah berupaya memaksimalkan potensi para wanita Indonesia. Pun menghadapi revolusi industri 4.0 ini, IWAPI telah melakukan serangkaian pelatihan dan membekali wanita Indonesia dengan kemampuan teknologi yang memadai. (RN)