Jakarta, innews.co.id – Kekacauan yang terjadi 21-22 Mei 2019 di Jakarta harusnya menjadi pelajaran semua pihak bahwa guna memastikan keamanan di Ibu Kota, selayaknya kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta dipimpin oleh seorang berlatarbelakang militer.

Penegasan ini disampaikan Robertho Manurung, pengamat sosial politik yang juga tokoh pemuda yang pernah bergabung dengan KNPI dan Kosgoro Jawa Tengah, ketika dimintai komentar seputar siapa selayaknya menjadi Wagub DKI Jakarta, Selasa (11/6/2019).

Menurutnya, sebagai Ibu Kota Negara, Jakarta adalah sentral pemerintah dan perekonomian. Karena itu, keamanannya harus benar-benar terjamin.

“Gubernur DKI Jakarta kan seorang intelektual, harusnya harus diimbangi dengan wagubnya yang berasal dari kalangan militer. Dengan begitu, maka keamanan di Jakarta akan benar-benar terjamin,” ujar Robertho yang juga pernah duduk di DPP HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia) ini.

Dia menambahkan, lepas dari sudah adanya 2 nama yang diajukan, adalah lebih bijak bila partai politik pengusung mempertimbangkan nama lain untuk diajukan yang diambil dari kalangan militer.

Tentunya, tambah Robertho, harus dipilih sosok yang punya kapasitas dan kapabilitas mumpuni. Kembali ia tegaskan, kehormatan bangsa menjadi taruhan bila menempatkan orang yang salah menjadi Wagub DKI Jakarta.

Lebih jauh Robertho menyampaikan, selama ini sosok yang dianggap punya pengalaman plus, tidak hanya di dunia militer, tapi juga di birokrasi adalah Mayjen TNI Purn Drs. Tanribali Lamo, SH., yang saat ini dipercaya sebagai Direktur Utama Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

“Beliau dikenal sebagai sosok yang bersih dan berintegritas. Jenderal bintang dua ini juga pernah berkiprah sebagai Direktur Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik Kementerian Dalam Negeri. Pun memiliki pengalaman sebagai pelaksana tugas (Plt) Gubernur di 4 provinsi berbeda di Indonesia,” urainya.

Berbekal pengalamannya tersebut, Robertho yang juga pernah bertugas sebagai Staf Direktorat Sospol Jawa Tengah ini meyakini, bila duduk sebagai Wagub DKI Jakarta, maka kondusifitas Ibu Kota akan terjamin.

Sosok netral

Sementara itu, Chandra Soemardjo salah seorang tokoh masyarakat di bilangan Jakarta Timur ketika ditanya sosok Tanribali Lamo juga sependapat.

“Yang saya tahu Pak Tanribali adalah seorang yang netral, berintegritas, dan menjunjung tinggi spirit pengabdian dalam melaksanakan tiap tugas yang dipercayakan,” ujar Chandra yang juga anggota Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Administrasi Jakarta Timur, sebuah wadah para tokoh lintas etnis bentukan Kemendagri ini, Selasa (11/6/2019).

Tidak itu saja, menurut Chandra, Tanribali adalah sosok yang membumi dan dekat dengan tokoh-tokoh masyarakat lintas etnis di Jakarta.

Namun, semuanya kembali pada proses di Pansus Pemilihan Wagub DKI Jakarta. Hanya saja, bermunculannya penolakan dari berbagai pihak terhadap wagub yang diajukan, nampaknya menjadi sinyal bahwa Pansus harus membuka ruang bagi calon alternatif.

Pun bagi para partai politik pengusung Wagub DKI Jakarta untuk juga membuka diri, sekalipun harus mengusung sosok lain sebagai calon alternatif demi kemaslahatan warga Jakarta. Bersikeras dengan calon yang ada, sementara penolakan begitu gencar mengisyaratkan parpol pengusung hanya mementingkan kelompoknya saja dan mengabaikan suara warga Jakarta. (RN)

Hosting Unlimited Indonesia