Jakarta, innews.co.id – Dalam merayakan hari ulangtahun ke-57, Bank DKI dengan bangga menyajikan layanan keuangan digital bernama Jakone Mobile.

Direktur Utama Bank DKI Kresno Sediarsi, di Jakarta, Rabu, (11/4) menjelaskan, “Baru-baru ini telah diluncurkan Jakone Mobile sebagai aplikasi layanan keuangan digital yang terdiri dari mobile banking dan mobile wallet”.

Kresno mengatakan aplikasi itu dapat dipergunakan untuk melakukan berbagai pembayaran, seperti tagihan telepon, air, tiket penerbangan, televisi berlangganan, serta tagihan pulsa prabayar dan pascabayar melalui perangkat telepon pintar pada merchant yang bekerja sama dengan Bank DKI.

Aplikasi ini bisa diunduh melalui Google Play store pada android dan App Store pada IOS. Pengguna aplikasi juga bisa melakukan pembukaan rekening tabungan secara daring (online). “Pembukaan rekening hanya perlu mengunggah kartu identitas, pengisian data pribadi dan verifikasi OTP pada aplikasi,” jelasnya.

Ia mengatakan, selain pengembangan digital, Bank DKI pun fokus pada pengembangan bisnis segmen usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Hal itu direalisasikan dengan meningkatkan kemampuan ekonomi pengusaha UMKM melalui penyaluran kredit dan layanan perbankan lain bersama PD Pasar Jaya.

Kerja sama itu, ucap Kresno, mendorong peningkatan penyaluran kredit mikro yang tumbuh signifikan, yaitu sebesar Rp 426 miliar pada 2017 atau meningkat 103,7% ketimbang 2016 sebesar Rp 209 miliar.

Ke depan, Bank DKI menargetkan peningkatan peran dalam penerapan teknologi dan digital perbankan. Terutama setelah peluncuran aplikasi JakOne Mobile.

Target tersebut ditetapkan untuk menjawab tuntutan masyarakat akan transaksi keuangan yang cepat dan modern.

Selain pengembangan digital, Bank DKI juga fokus pada pengembangan bisnis pada segmen UMKM. Hal tersebut direalisasikan dengan meningkatkan kemampuan ekonomi pengusaha UMKM melalui penyaluran kredit dan layanan perbankan lainnya bersama dengan PD Pasar Jaya. Jangkauan layanan semakin terasa ketika di 2017, Bank DKI membuka 26 outlet sehingga pada akhir tahun jumlah outlet di pasar-pasar menjadi 37 outlet. (RN)