Jakarta, innews.co.id – Dirinya sadar betul, kemampuan yang ia miliki harus bisa memberi manfaat bagi banyak orang. Untuk itulah, 

Relawan Ahok-Djarot ini mengaku sangat terinspirasi melihat sosok Ahok-Djarot yang bekerja gigih bagi rakyat. Pun ketika ia menjadi relawan, ia bekerja mandiri, tanpa ada dukungan dari siapa pun.

“Saya juga rindu mengabdi seperti mereka,” ujar Jansen Marpaung, SE., CA., CPA., calon legislatif untuk DPRD DKI Jakarta dari PDI-Perjuangan dari daerah pemilihan DKI Jakarta 1 yang meliputi Sawah Besar, Kemayoran, Cempaka Putih, Menteng, Gambir, Tanah Abang, Senen, dan Johar Baru ini nomor urut 8 ini, saat ditemui di sela-sela kunjungannya ke masyarakat di wilayah Mangga Dua Selatan, Sawah Besar, Jakarta, Rabu (24/10) malam.

Jansen selama ini banyak berkiprah di bidang keuangan dan akuntansi. Ini menjadi modal besarnya, terutama dalam hal penganggaran yang menjadi salah satu main job dari anggota dewan selain legislasi dan fungsi kontrol. Diharapkan, bila dirinya terpilih, akan mampu membuat anggaran yang tepat sasaran kepada masyarakat. Jadi kalau mungkin selama ini banyak anggaran bocor, maka warga Jakarta butuh sosok seperti Jansen untuk membenahinya.

Dirinya mulai menjadi kader PDI-Perjuangan pada tahun 2006. Menjadi pengurus di tingkat DPC sebagai Wakil Sekretaris. Kini ia duduk sebagai Ketua DPC Banteng Muda Indonesia, sayap PDI-Perjuang, untuk wilayah Jakarta Pusat.

Tantangan besar

Wilayah DKI Jakarta 1 ini terbilang keras, karena dari sisi penduduk sangat banyak dengan hunian yang begitu rapat di banyak tempat. Menanggapi hal tersebut, Jansen mengatakan, memang harus kerja keras untuk memperoleh suara di dapil ini. Namun, saya yakin karena memang saya sudah lama bermukim di sekitar sini. 

Masalah yang mengemuka di dapilnya di antaranya soal pendidikan dan kesehatan. Demikian soal ekonomi yang masih perlu effort tinggi, khususnya dari para anggota dewan. 

“Sejauh ini, pemanfaatan anggatan di DKI Jakarta kurang maksimal. Demikian juga dengan target sasaran penganggarannya masih belum tepat sasaran. Perlu ada kesinambungan dalam program kerja,” paparnya. 

Jansen adalah Putra Batak yang lahir Sawah Besar, tepatnya di Jalan Rajawali. Masa sekolah ia lalui di daerah tersebut. Tak heran, dirinya begitu mengenal daerah tersebut, termasuk kultur dan penduduknya. Tamat SMA, Jansen meneruskan pendidikan di Sekolah Tinggi Administrasi Negara (STAN) dan meraih gelar Master dari Universitas Indonesia. 

Dirinya berharap masyarakat bisa aktif memberikan masukan kepada pemerintah mulai dari level terbawah sampai tertinggi mengenai target pembangunan yang bisa dicapai di daerahnya masing-masing. (RN)