Jakarta, innews.co.id – Periode Januari – April 2019, Bank Central Asia Tbk (BBCA) telah menyalurkan kredit sindikasi mencapai Rp33,7 triliun.

Dalam sindikasi tersebut, BCA berpartisipasi sebesar Rp9,3 triliun atau 27,6 persen dari total nilai sindikasi itu.

Jumlah sindikasi yang diikuti tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya mencapai Rp3,2 triliun dengan partisipasi BCA sebesar Rp1,4 triliun.

“Sindikasi yang diikuti berasal dari delapan proyek yang terdiri dari 19,4 persen proyek infrastruktur tol, 69,3 persen proyek infrastruktur kelistrikan, 8,3 persen properti, dan 3 persen dari proyek multifinance,” terang Jan Hendra, Sekretaris Perusahaan BCA di Jakarta, Senin (3/5/2019).

Ditambahkannya, pada deal-deal sindikasi tersebut, rata-rata BCA bertindak sebagai joint-lead arrangers atau bookrunner.

Lebih jauh Jan Hendra mengatakan, saat ini, BCA masih membidik banyak proyek-proyek yang akan dibiayai secara bersama-sama dengan bank lain.

“Ada sekitar 17 proyek multi-industri di pipeline perseroan yang akan dibiayai secara sindikasi per April 2019. Sebagian besar proyek itu merupakan infrastruktur seperti kelistrikan, tol, pelabuhan, dan bandar udara, lalu properti, poultry, semen, dan plantation,” urai Jan Hendra.

Dalam hal ini, BCA menilai, proyek infrastruktur secara umum dinilai masih mendominasi sindikasi tahun ini karena beberapa proyek strategis nasional akan dilanjutkan pada tahun ini.

Tidak itu saja, proyek properti, multifinance, dan telekomunikasi juga dinilai masih prospektif. (RN)