Jakarta, innews.co.id – Berdiri sejak 13 Desember 1973, Kospin JASA telah mengalami pasang surut dalam menjalani roda usahanya. Diawali dengan modal Rp 4 juta yang diperoleh dari para anggota dalam bentuk simpanan pokok, wajib, dan sukarela, kini, jelang 45 tahun usianya, tercatat per akhir 2017, total nilai aset Kospin Jasa sudah mencapai lebih dari Rp 7,9 triliun. Ini suatu pencapaian yang luar biasa—utamanya bagi sebuah lembaga usaha seperti koperasi. Sementara pinjaman yang telah disalurkan kepada anggota sekitar 80 persen dari nilai aset Kospin JASA.

Hal tersebut secara gamblang disampaikan H. M. Andy Arslan Djunaid, SE., Ketua Umum Kospin JASA saat berbincang dengan innews beberapa waktu lalu.

Menurut Andy, saat ini Kospin JASA telah memiliki 200 ribu anggota dan kantor pelayanan yang sudah tersebar di seluruh Pulau Jawa, sebagian Sumatera dan Bali. Tidak itu saja, Kospin JASA juga telah mengembangkan usahanya dengan melahirkan sejumlah anak perusahaan.

Pendirian anak perusahaan, menurut Andy dilakukan guna mendukung kinerja Kospin JASA. Salah satunya adalah PT Perintis Jasa Grafika yang bergerak di bidang percetakan dan penyediaan alat tulis kantor (ATK).

Selain itu, ada juga PT Jasa Mitra Abadi, perusahaan asuransi jiwa yang dipakai untuk mengcover asuransi pinjaman atau pembiayaan Kospin JASA. Tidak hanya secara internal, tapi lingkup bisnisnya sudah keluar. Bahkan PT JMA ini sudah go public. “Ini membuktikan koperasi juga bisa melahirkan perusahaan yang berkualitas dan terpercaya. Karena untuk melantai di BEI, persyaratannya sangat ketat,” terang Andy yang duduk sebagai Komisaris Utama di PT Asuransi Jiwa Bersama Tbk ini.

Beberapa anak perusahaan lainnya tercatat PT Jasa Investindo, PT Asuransi Takaful Umum, PT Jasa Capital Management, PT Jasa Gadai Syariah, dan PT Jasa Strategi Komunika.

Penuhi kebutuhan

Bisa dikatakan para pengurus Kospin JASA begitu jeli melihat dan menangkap peluang-peluang yang ada. Hal ini dituangkan dalam bentuk produk-produk yang rata-rata mendapat respon positif dari masyarakat luas.

Andy mencontohkan produk Tabungan Safari yang diperuntukkan untuk wisata. “Saat ini program tersebut telah diikuti lebih dari 40.000 peserta. Mendapat respon bagus, Kospin JASA menambah dengan produk Tabungan Prima dengan benefit wisata ke luar negeri. Alhasil, produk ini pun ‘dilahap’ oleh para anggotanya. Bahkan, pada April 2018 ini, ada 900 peserta Tabungan Prima yang berwisata ke Korea. Tak heran, Kedubes Korea di Jakarta sampai tercengang melihat tumpah ruahnya peserta wisata. “Ini grup wisata terbesar yang pernah wisata ke Korea,” ucap Andy menirukan ucapan Duta Besar Korea untuk Indonesia.

Kebanyakan anggota Kospin JASA adalah pengusaha dan pedagang. Tak heran, setiap tahunnya Kospin JASA mengalami perkembangan yang signifikan dan bisa dirasakan manfaatnya oleh segenap anggota.

Dalam jangka panjang, Kospin JASA memiliki visi besar sesuai cita-cita pendirinya yakni, membangun ekonomi yang berkeadilan di Indonesia. “Kami yakin, koperasi adalah salah satu media yang bisa mewujudkan cita-cita tersebut,” kata Andy yang juga Komisaris Utama PT Nusa Pratama Property—pengelola Hotel Aston Priority yang berada di bilangan Jakarta Selatan ini.

Teknologi maju

Disinggung soal penggunaan teknologi sebagai wujud perubahan zaman, Andy yang juga adalah Direktur Utama PT Mega Surya Investa—pengelola Hotel Grand Keisha Yogyakarta ini mengatakan, sejak 2004, Kospin JASA sudah menggunakan teknologi dalam menjalankan sistem. Bahkan, pada 2007, Kospin JASA sudah online real time, sehingga praktik manajerial, koordinasi, dan pengawasan kantor-kantor cabang dalam dilakukan dengan cepat, efektif, dan efisien.

Andy mengakui, dengan memanfaatkan teknologi, Kospin JASA juga dapat meningkatkan pelayanan kepada para anggotanya. Kospin JASA telah menggunakan Kartu Debit/ATM Visa yang bisa digunakan di seluruh dunia. Juga ada M-Jasa Banking. Terakhir, Kospin JASA bekerja sama dengan Bank Mandiri menerbitkan e-money Kospin JASA.

Bisa dikatakan Kospin JASA tidak kalah dengan lembaga keuangan lain, termasuk perbankan. Soal penghargaan sudah tidak terhitung jumlahnya yang datang dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun lembaga swasta.

Bicara soal kunci membangun koperasi yang sehat, Andy mengatakan, dalam menjalankan koperasi harus menerapkan manajemen amanah, sumber daya manusia (SDM) harus terus ditingkatkan, memperluas jaringan dan kerja sama dengan pihak ketiga, ada totalitas dan keikhlasan, selalu mencermati perkembangan teknologi serta memiliki anggota yang loyal. (RN)