Jakarta, innews.co.id – Perjalanannya menuju panggung IPPAT – 1 Jawa Barat tidak mudah. Wilayah yang luas serta ribuan anggota PPAT yang begitu banyak tersebar telah menguras energinya untuk datang dan berdialog langsung. Namun, semua ia jalani dengan penuh keikhlasan.

“Sebagai calon pemimpin kita harus mau turun ke bawah. Menemui anggota dan mendengar aspirasi mereka,” ujar Ana Wismayanti, SH.,Sp1., calon Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) Jawa Barat saat dihubungi innews, Senin (3/12).

Ana Wismayanti dan keluarga

Capek ya? “Dari segi fisik pasti. Namun, ada kebahagiaan yang tak terungkapkan karena bisa bertemu dengan rekan-rekan dan berbincang banyak hal,” aku Ana.

Ana melihat respon para PPAT sangat baik. Ini dibuktikan dengan banyaknya usulan dan tanggapan dari rekan-rekan anggota pada saat diskusi interaktif. Juga tentang permasalahan yang timbul dalam pelaksanaan tugas profesi.

Dari hasil diskusinya, Ana melihat ada banyak masalah yang didera rekan-rekannya.

Ana (paling kiri) berbagi kebersamaan, membangun sinergitas

“Masalah yang paling banyak dihadapi PPAT adalah terjadi pelanggaran tidak dipenuhinya dalam pembuatan akta-akta yang dimaksud dalam PP 37/1987, pelanggaran kode etik. Sehingga perlindungan dan pengayoman anggota serta memberikan pelatihan menjadi concern saya apabila terpilih menjadi ketua,” jelas Ana lugas.

Disinggung soal pentingnya membangun kemitraan, Ana menjelaskan, “Model kemitraan dengan stakeholder sebagai wujud sinergis adalah kesetaraan dengan duduk bersama, saling memberikan masukan untuk meningkatkan pelayanan sesuai porsinya, ditambah dengan mengadakan forum diskusi bersama, tukar pendapat serta kegiatan lainnya yang mendukung sinergitas”.

Ana Wismayanti, bangun soliditas

Pelaksanaan Konferwil Jabar memiliki keunikan, di mana ada 2 srikandi yang maju sebagai calon ketua. Menanggapi hal ini Ana dengan wise mengatakan, “Tentu ini bagus dan menandakan betapa perempuan memiliki kemampuan untuk memimpin. Saya tidak masalah dan menyambut baik. Anggotalah yang akan menentukan dengan memilih di antara keduanya, untuk IPPAT Wilayah Jabar yang lebih baik lagi”.

Ana menjelaskan, calon Ketua Pengwil diputuskan dalam Rakorwil Pengwil IPPAT sebagaimana diatur dalam ART.

“Harapan saya mendekati hari H, semoga rekan-rekan PPAT dapat berpartisipasi menggunakan hak pilihnya dengan tertib, transparan, dan adil. Kiranya konferwil ini bisa menghasilkan pemimpin yang amanah,” ujarnya penuh harap. (RN)