Barista kian populer di masa sekarang ini seiring peningkatan trend kopi secara global

Jakarta, innews.co.id – Tahun lalu, juara dunia barista berasal dari Indonesia. Kepiawaian para barista kembali diuji pada JIPREMIUM Coffee Championship 2019.

Coffee Championship 2019 diadakan di sela-sela Pameran Dagang JIPREMIUM yang akan digelar di Jakarta Covention Center (JCC), Jakarta, 7-9 Nopember 2019 mendatang.

Saat dihubungi Nala Jati, Ketua Umum Perkumpulan Peracik Kopi Indonesia (PPKI) yang akan membidani event akbar ini menjelaskan, “Seorang barista bukan sekedar pembuat minuman kopi, tapi dia juga harus dapat melayani konsumen dengan baik”.

Barista mengemas kopi untuk disajikan kepada konsumen

Dijelaskan, dalam dunia food and beverage, pelayanan merupakan hal yang utama menentukan sukses. “Diperlukan latihan dan ketekunan dari barista untuk dapat memberikan pelayanan prima (excellent service),” urai Nala.

Sejatinya, barista merupakan perpanjangan tangan dari petani. Tugas barista adalah mengapresiasi hasil karya dari petani yang menanam, merawat, dan juga memanen biji kopi. Bentuk apresiasinya pun beragam, mulai dari meracik kopi yang nikmat sampai pada mendesain suguhan kopi sehingga terlihat lebih excellent.

Seiring dengan trend kopi secara global, barista merupakan salah satu profesi yang diminati saat ini. Tidak lagi hanya didominasi kaum Adam, sekarang sudah banyak perempuan yang menjadi barista. Bahkan, juara dunia barista tahun lalu berasal dari Indonesia.

Membuat kopi tidak saja lebih nikmat, tapi juga mendesain gambar-gambar menarik di atas segelas kopi

Bagi Nala, ini menunjukkan para barista di Indonesia memiliki kemampuan mumpuni, dan menjadi pengejawantahan dari industri kreatif di Tanah Air.

Para barista sangat memahami model racikan dari jenis kopinya. Menurut Nala, pada dasarnya, kopi jenis arabika akan terasa lebih asam karena mereka tumbuh di dataran tinggi yang minim akan oksigen. Umumnya kopi jenis ini disajikan sebagai kopi hitam (tubruk). Sedangkan kopi jenis robusta akan terasa lebih pahit dan pekat karena tumbuh di dataran rendah yang kaya akan oksigen. Kopi susu sangat cocok apabila menggunakan jenis kopi robusta.

Keseriusan barista dalam meracik kopi yang nikmat

Di ajang JIPREMIUM Coffee Championship 2019, ada dua kategori yang dilombakan yakni, Latte Art dan Manual Brew V60. Acara ini merupakan kerjasama PPKI dengan World Wide Trade Promotion, dan disponsori oleh Tofico dan A.R.C Roastery.

Sebagai wadah para barista, PPKI memiliki tanggung jawab untuk mendorong baik peracik kopi, dunia industri, maupun pemerintah agar mulai memperhatikan standar profesi di bidang kopi, sehingga tercipta suatu iklim pariwisata yang berkualitas dan berdaya saing di tingkat internasional.

Visi PPKI sendiri adalah menjadi wadah perkumpulan peracik kopi bersertifikat yang bertujuan memberdayakan para anggotanya. Sedang misinya, Menjembatani pemerintah dan swasta dalam pengembangan profesi bidang kopi di Indonesia; Memajukan para alumni pelatihan yang sudah bersertifikat; Mensosialisasikan profesi bidang kopi dan produk kopi sebagai daya tarik pariwisata.

Barista diharapkan selalu memberikan excellent service

Ada pun ruang lingkup kegiatan PPKI yakni, Festival, Bazar, Tempat usaha (mall, perkantoran, pasar, dan lainnya). Sementara dalam bentuk sosialisasi dan promosi akan dilakukan Pelatihan, Pembinaan dan pengembangan, serta Pendidikan dan sertifikasi.

Tidak itu saja, PPKI juga menjalin kemitraan dengan petani dan supplier bidang kopi, Pemerintah daerah maupun pusat, dan BUMN dan swasta (perbankan, fintech, IT, dan lainnya). (RN)