Fakfak, innews.co.id – Menghadapi persaingan usaha yang semakin kompleks, Koperasi dituntut jitu dalam mengelola likuiditas (permodalan).

Hal itu disampaikan Luhur Pradjarto, Asisten Deputi Permodalan, Deputi Bidang Pembiayaan Kemenkop dan UKM dalam acara Pelatihan Manajemen Pengelolaan Koperasi/KUD dalam Mendukung Program Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif UMKM yang diselenggarakan 27-28 September 2018 oleh Dinaskop dan UKM Kabupaten Fakfak, Papua Barat.

Pelatihan manajemen keuangan koperasi/KUD yang dihadiri 77 peserta (pengurus dan anggota) dari 25 Koperasi se Kabupaten Fakfak ini sangat relevan dalam mendukung program Reformasi Koperasi yaitu mewujudkan koperasi yang berkualitas.

“Jika Pengurus Koperasi mampu mengelola keuangan dengan baik dan benar, dipastikan Koperasi akan mudah mengelola likuiditas yang dimiliki, sehingga mampu mendapatkan keuntungan besar yang pada akhirnya untuk kesejahteraan anggota dan koperasi akan semakin berkembang,” jelas Luhur, di Fakfak, Jumat (28/9).

Selain itu, kata Luhur, pengurus juga dapat menetapkan kebijakan untuk memperkuat struktur permodalannya, apakah harus menambah permodalan dari luar atau mengandalkan partisipasi anggota.

Luhur memaparkan, untuk bisa mengelola likuiditas secara jitu, pengurus harus mampu antara lain untuk 1) menentukan target rasio likuiditas, 2) memahami struktur aktiva dan kewajiban jangka pendek secara skala prioritas, 3) kelola modal kerja dari operasi dan arus kas operasi, dan 4) memahami siklus transaksi keuangan koperasi.

“Pengurus juga harus aktif menyusun program-program yang dapat meningkatkan partisipasi anggota guna meningkatkan permodalan sehingga ada hubungan emosional yang kuat antara koperasi dengan anggota yang selaku pengguna sekaligus pemilik,” ungkap Luhur.

Pada kesempatan yang sama Joko Purnomo, Sekretaris Daerah mewakili Bupati Fakfak, menyampaikan, koperasi harus mampu mengelola potensi alam yang dimiliki Kabupaten Fakfak. (RN)