Gresik, innews.co.id – Kekesalan Presiden Joko Widodo nampaknya sudah memuncak melihat sistem perizinan yang masih berlarut-larut. Tak heran, Indonesia jadi kalah bersaing dengan negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, bahkan Vietnam dalam bidang penanaman modal.

Jika dibiarkan terus, bukan tidak mungkin Indonesia akan disalip Kamboja dan Laos. “Tunggu akhir Maret ini, saya akan obrak-abrik urusan perizinan-perizinan yang terlalu  lama ini,” kata Jokowi saat meresmikan kawasan industri Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) di Gresik, (9/3).

Obrak-abrik yang dimaksud Jokowi adalah dengan menerbitkan Peraturan Presiden terkait kemudahan izin berusaha. Beleid ini diharapkan menjadi menggenjot arus investasi. Jokowi menjamin penerbitan Perpres akan mempermudah perizinan usaha dan perizinan ketenagakerjaan.

Berdasarkan Laporan Bank Dunia, tingkat kemudahan berusaha atau Ease Of Doing Business (EODB) Indonesia naik 19 peringkat ke ranking 72.

Indonesia mengantongi skor EODB 66,47. Kendati peringkat naik, posisi kemudahan usaha Indonesia masih di bawah Vietnam yang bertengger di ranking 68. Sementara itu, posisi Singapura, Malaysia, dan Thailand masing-masing berada di urutan ke-2, ke-24, dan ke-26.

Jokowi juga menyebut Indonesia perlu meningkatkan daya saing ekspor. Salah satu upaya yang ditempuh yakni mengembangkan kawasan industri terpadu. Jokowi mencontohkan, pembangunan kawasan industri JIIPE merupakan model ideal karena kawasan industri terintegrasi dengan pembangkit listrik dan pelabuhan.

JIIPE merupakan hasil kolaborasi antara PT AKR Corporindo Tbk dengan PT Pelabuhan Indonesia III (Persero). Secara keseluruhan, luas area JIIPE mencapai 2.933 hektare, dengan rincian 406,10 hektare untuk pelabuhan, 1.761,4 hektare untuk kawasan industri, dan 765,77 hektare untuk perumahan.

Sementara Pelabuhan Manyar yang menjadi bagian JIIPE sudah mendapat konsesi dari Kementerian Perhubungan dengan durasi 76 tahun. Pelabuhan ini bisa melayani beragam jenis muatan, mulai dari kendaraan, general kargo, caurah cair, dan curah kering. (IN)