JP Kebakaran Jenggot, Minta Hakim Hentikan Kasus Kongres IPPAT

348

Jakarta, innews.co.id – Proses peradilan terhadap gugatan dari PPAT Peduli Organisasi IPPAT mengenai Kongres VII IPPAT secara tiba-tiba minta dihentikan oleh Julius Purnawan, SH., MSi., (JP) Ketua Umum Pengurus Pusat IPPAT hasil kongres di Makassar yang oleh banyak pihak dinilai tidak legitimate.

Dalam surat yang dilayangkan oleh Kuasa Hukum JP yang menjadi Tergugat X dalam kasus tersebut, tertanggal 27 Maret 2019 dikatakan bahwa PN Jakarta Barat tidak berwenang mengadili perkara aquo.

Disampaikan pula bahwa gugatan yang diajukan oleh PPAT Peduli Organisasi IPPAT timbul karena sengketa keabsahan kepengurusan baru berdasarkan hasil Kongres VII IPPAT di Makassar, Juni 2018 lalu.

Sementara itu, dalam pokok perkara, tim pengacara JP yang terdiri dari Roy Mardongan Maruli, SH., Erwin Silaen, SH., Ramos Anggiat Rido, SH., ini menyampaikan menolak gugatan para penggugat untuk seluruhnya atau setidak-tidaknya gugatan tidak dapat diterima (Niet Onvankelijk Verklaard).

Juga meminta Majelis Hakim menyatakan hasil Kongres VII IPPAT di Makassar sah demi hukum. Demikian pula pemilihan Ketua Umum dan Majelis Kehormatan Pusat IPPAT periode 2018-2021 sah demi hukum.

Pihak JP juga menolak sita jaminan nomor rekening milik IPPAT di Bank Mandiri cabang Pondok Indah.

Hal lainnya, menolak untuk mengganti kerugian kepada para penggugat. Parahnya lagi, menghukum para penggugat untuk membayar biaya perkara ini.

Informasi yang dihimpun surat dari kuasa hukum JP telah dikirim ke PN Jakarta Barat. Nampaknya JP coba memberikan perlawanan terhadap gugatan yang prosesnya sudah berkali-kali sidang ini. Bagaimana ending dari kasus ini, masih kita lihat. (RN)