Jakarta, innews.co.id – Kemitraan dengan para petani, peternak, dan nelayan terus digelorakan oleh Kamar Dagang dan Indonesia (KADIN) Indonesia. Ini menjadi bagian dari komitmen Kadin guna mendorong pemerataan dan kesejahteraan pejuang pangan di seluruh Indonesia.

Hal itu dikatakan Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Roeslani di Jakarta, (8/3) lalu. Menurut dia, pihaknya telah bermitra dengan sekitar 430 ribu petani, peternak dan nelayan. Ditargetkan, angka itu akan terus bertambah hingga menembus 1 juta mitra dalam beberapa tahun ke depan.

“Kadin akan terus berusaha untuk mengembangkan konsep kemitraan dengan sistem closed loop atau mata rantai tertutup dan terintegrasi. Dalam sisitem ini, semua pemangku kepentingan akan dilibatkan secara aktif melalui koordinasi lembaga-lembaga terkait seperti perusahaan, perbankan, asuransi dan koperasi,” jelas Rosan.

Lebih jauh ia menjelaskan, sinergi lintas lembaga itu, dimulai dari perbankan yang mendukung perusahaan sebagai pembeli barang petani atau off taker dan mendukung koperasi dalam memberikan pendampingan kepada petani dengan bunga murah. Selanjutnya koperasi membantu mengupayakan pencairan kredit dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Selain sebagai off taker, di dalam sistem tersebut, perusahaan juga memberikan pendampingan agar proses kegiatan pertanian berjalan dengan baik dan berkelanjutan. Konsep kemitraan pun itu diterapkan untuk berbagai komoditas dengan skala ekonomi yang berbeda-beda, sesuai dengan kemampuan masing-masing pelaku usaha pangan.

Menurut Rosan, pihaknya berharap sistem ini dapat menciptakan swasembada dan ketahanan pangan dan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani, peternak serta nelayan yang kemudian akan mendorong kembang-tumbuhnya industri pangan. (RN)