Jakarta, innews.co.id – Diawali dari Lembaga Pembiayaan Pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (LPP-UMKM), kini Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI) telah menjelma menjadi sebuah kekuatan yang siap memasuki bisnis sektor riil.

Pada 2002, sebagai artikulasi simpulan studi identifikasi skim-skim pembiayaan bagi pelaku UMKM oleh Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Tangerang dan Lembaga Sumberdaya Informasi Institut Pertanian Bogor (LSI-IPB) didirikan LPP-UMKM.

Kopsyah BMI konsisten pada kemanusiaan

Sistem pelayanan pembiayaan yang diterapkan merupakan modifikasi pola Grameen Bank yang didirikan oleh Prof. Dr. Muhammad Yunus di Bangladesh.

Konsep ‘Bank Desa’ ini terus bergulir dan menjangkau bisnis-bisnis mikro.

Melalui Rapat Anggota 20 Maret 2013, lembaga pembiayaan ini berubah Badan Hukum menjadi Koperasi Jasa Keuangan Syariah dengan nama KPP-UMKM Syariah dengan Akte Pendirian Nomor: 03 Tanggal 05 April 2013 dengan Badan Hukum pada tanggal 12 April 2013 Nomor: 518/11/BH/XI.3/KUMKM/2013.

Kamaruddin Batubara disematkan penghargaan Satya Lancana oleh Presiden RI H. Ir. Joko Widodo

Dilanjutkan April 2014 mengalami perubahan nama menjadi Koperasi KPP-UMKM Syariah dengan Akte Pendirian Nomor: 326 Tanggal 11 April 2014 dengan Badan Hukum Tanggal 10 Oktober 2014 Nomor: 518/11A/PAD/XI.3/KUMKM/2014.

Lalu, pada November 2015, kembali berganti nama menjadi Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah Benteng Mikro Indonesia dengan Akte Pendirian Nomor: 01 Tanggal 14 September 2015 dengan Badan Hukum Tanggal 04 Nopember 2015 Nomor: 213/PAD/M.KUMKM.2/XI/2015.

Sistem syariah

Sistem operasional simpanan, pinjaman, dan pembiayaan menggunakan Model BMI Syariah, yaitu sebuah skema pelayanan dengan 5 instrumen pemberdayaan berupa sedekah, pinjaman, pembiayaan, simpanan, dan investasi melalui pengembangan budaya menabung dan pemberdayaan zakat, infaq, sedekah, wakaf (ZISWAF).

Komaruddin Batubara, SE., ME., Ketua Pengurus Kopsyah BMI

Tujuannya tak lain untuk kemandirian yang berkarakter dan bermartabat sesuai prinsip-prinsip syariah dalam menciptakan kemaslahatan di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial dan spiritual.

Berkedudukan di Tangerang, koperasi syariah ini mengadopsi nama ‘Benteng’ yang merupakan nama lain untuk Tangerang. Disamping memiliki arti, pertahanan atau perisai.

Kepada innews, Rabu (23/5/2019), Kamaruddin Batubara, SE., ME., Ketua Pengurus (Presiden Direktur) Kopsyah BMI menjelaskan keunggulan Kopsyah BMI, yakni memiliki panduan operasional sendiri dengan nama model BMI syariah.

Kamaruddin Batubara sebagai pembicara dalam sebuah acara

Koperasi ini juga mampu memadukan kegiatan bisnis dengan pemberdayaan melalui 5 instrumen pemberdayaan dan 5 pilar pembangunan Kopsyah BMI.

“Kami bukan hanya sekedar simpan pinjam, tetapi juga fokus memadukan 5 instrumen pemberdayaan dan dengan 5 pilar pembangunan Kopsyah BMI,” jelasnya.

Saat ini, lanjut Kamaruddin, pihaknya melayani 98 persen pelaku usaha mikro dengan sistem syariah.

Di usianya ke-16, ada banyak hal yang siap dikerjakan oleh Kopsyah BMI kedepan. Salah satunya, menurut Kamaruddin, melayani lebih banyak wilayah kabupaten/kota dan memasuki bisnis sektor riil, produksi dan jasa.

“Ini menjadi target kami kedepan sehingga Kopsyah BMI bisa semakin kompetitif dan dipercaya oleh masyarakat luas,” tukasnya.

Bicara tentang aturan perkoperasian, dengan lugas Kamaruddin berujar, pastinya UU Perkoperasian perlu direvisi. Di mana harus dituliskan jelas bahwa badan hukum koperasi cukup 2 yakni Koperasi Simpan Pinjam atau Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSP/KSPPS) dan KSU (Koperasi Simpan Pinjam).

Ini sejalan dengan makna kehadiran Kopsyah BMI yakni Koperasi Syariah yang lahir dan kantor pusatnya berkedudukan di Tangerang sebagai pertahanan bagi usaha mikro yang pelayananannya mencakup seluruh wilayah Indonesia dengan jenis usaha simpan pinjam dan pembiayaan menggunakan sistem pelayanan pola syariah model rembug pusat.

Saat ini, Kopsyah BMI memiliki 150.825 anggota dengan jumlah karyawan per April 2019 mencapai 726 orang. (RN)