Jakarta, innews.co.id – Memiliki ambisi bagi setiap orang sah-sah saja, sepanjang tidak mengorbankan orang lain, apalagi organisasi.

Hal ini dikatakan Dr. Henry Sinaga, SH., Sp.N., M.Kn., Notaris/PPAT asal Sumut ketika dimintai komentarnya soal gugatan Kongres VII Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT), yang pada hari ini rencananya memasuki tahap mediasi di PN Jakarta Barat.

Bagi Henry, gugatan dan konflik yang terjadi di tubuh IPPAT adalah pembelajaran dan ujian bagi pertumbuhan dan kedewasaan IPPAT dan seluruh anggotanya.

“Pelajaran yang bisa dipetik adalah bahwa semua pihak harus lebih arif dan hati-hati dalam memperjuangkan ambisi-ambisi pribadi, agar organisasi dan anggota, tidak menjadi korban,” kata Henry kepada innews, Selasa (15/1/2019).

Lepas dari itu, dirinya berharap melalui mediasi ini bisa tercapai kesepakatan untuk segera menghentikan pertikaian demi persatuan dan kesatuan anggota yang saat ini sudah terpecah belah.

“Jangan biarkan kekecewaan anggota berlarut-larut, bahkan melahirkan pemikiran untuk membuat wadah lain,” ujarnya mengingatkan.

Proses mediasi melahirkan asa bagi IPPAT secara organisasi dan segenap anggotanya agar masalah ini bisa tuntas dengan baik.

Hakim telah menunjuk M. Noer, SH., MH., sebagai mediator yang akan coba menengahi dua pihak yang berseteru. Kita tunggu saja hasilnya. (RN)