Jakarta, innews.co.id – Sidang kasus gugatan penggunaaan merek Gymkhana terus bergulir. Kali ini memasuki tahap mendengarkan saksi ahli yakni Dr. Citra Citawinda Noerhadi, SH., MIP., di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (31/1/2019).

Dalam leterangannya, saksi ahli mengatakan, suatu permohonan pendaftaran merek tidak dapat didaftar apabila bertentangan dengan peraturan perundang-undangan, termasuk ketertiban umum. Selain itu, suatu merek tidak dapat didaftar apabila merupakan nama umum dan/atau lambang milik umum.

Ditambahkan pula, salah satu tujuan merek yang digunakan di masyarakat adalah menunjukan asal, kualitas, jenis, macam serta tujuan suatu produk/jasa dalam suatu kegiatan perdagangan barang/jasa, namun apabila suatu merek didaftarkan dengan memuat unsur yang menyesatkan masyarakat tentang asal, macam, tujuan penggunaan yang dimohonkan pendaftarannya, maka merek tersebut dapat dibatalkan.

Saksi Ahli saat diwawancarai media di PN Jakarta Pusat, Kamis (31/1/2019)

Lanjut saksi ahli menjelaskan, apabila Pemilik Merek dengan memanfaatkan mekanisme pendaftaran seolah-olah sebagai Pemilik merek, namun fakta diajukan dengan etikad tidak baik (bad faith applicant), maka berdasarkan Pasal 21 ayat (3) Undang-Undang No. 20 Tahun 2016, Permohonan pendaftaran Merek tersebut seharusnya ditolak.

Ahli menguraikan bahwa yang dimaksud dengan “Pemohon yang beriktikad tidak baik” adalah Pemohon yang patut diduga dalam mendaftarkan Mereknya memiliki niat untuk meniru, menjiplak, atau mengikuti Merek pihak lain demi kepentingan usahanya menimbulkan kondisi persaingan usaha tidak sehat, mengecoh, atau menyesatkan konsumen.

Sementara itu, PT Genta Alam Semesta lewat kuasa hukumnya Dr. Suyud Margono, SH., MHum., FCIArb., menjelaskan, pihaknya mengajukan gugatan terhadap merek milik Sdr. Lie Reza H. Aliwarga, Nomor pendaftaran: IDM000463482, Tanggal: 4 Maret 2015 pada kelas: 41 dengan alasan serta fakta sebagaimana dimaksud Pasal 76 ayat (1) Undang-Undang No. 20 Tahun 2016, dikutipkan, sebagai berikut: Gugatan pembatalan Merek terdaftar dapat diajukan oleh pihak yang berkepentingan berdasarkan alasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20 dan/atau Pasal 21 UU Merek (UU No, 20 Tahun 2016).

Sebagaimana diketahui gugatan diajukan, dan sekarang dalam pemeriksaan Perkara di Pengadilan Niaga pada PN Jakarta Pusat dengan No. Registrasi Perkara No. 51/Pdt.Sus.Merek/2018PN.Niaga.Jkt.Pst. (RN)