St Edison Manurung, SH., MM., saat menemui Bambang Soesatyo Ketua DPR RI bicarakan soal rencana Deklarasi Percepatan Pengembangan Kawasan Danau Toba Mendunia yang akan diadakan di Aula GWS, UKI, Jakarta, Minggu (29/9/2019)

Jakarta, innews.co.id – Kebulatan tekad dari marga-marga orang Batak dalam mendukung program Presiden Joko Widodo dalam mendorong percepatan pariwisata Danau Toba mendunia bakal diadakan di Aula GWS UKI, Jakarta, Minggu (29/9/2019) besok.

Ditemui di sela-sela gladi bersih, Sabtu (28/9/2019) sore, Ketua Umum Komite Danau Toba (KDT) St. Edison Manurung, SH., MM., menjelaskan, “Deklarasi marga-marga dalam mendukung pariwisata Danau Toba akan dilakukan oleh para ketua-ketua marga atau perwakilan akan ditandatangani besok di Aula GWS UKI dan akan disaksikan oleh Ketua DPR RI Bambang Soesatyo. Nantinya, deklarasi tersebut akan dibawa langsung dalam pertemuan dengan Presiden Jokowi”.

Persoalan di wilayah Danau Toba yang membutuhkan sosialisasi

Menurut Edison, para ketua marga yang menandatangani deklarasi tersebut juga akan diajak saat menemui Presiden Jokowi. “Kepada Presiden Jokowi nanti kami akan sampaikan kebulatan tekad marga-marga orang Batak untuk mendukung program tersebut dan ikut membantu mensosialisasikan kepada masyarakat di Kawasan Danau Toba,” lanjut Edison yang saat wawancara didampingi oleh Robert Tambunan Dewan Pembina KDT.

Setelah audiensi, nantinya akan dilanjutkan dengan turun langsung ke Kawasan Danau Toba untuk melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, sekitar 13 Oktober 2019 di sekitar Kantor Badan Otorita Danau Toba. Nantinya akan dilakukan pertemuan dengan para kepala desa se-Tobasa. Juga para Dewan Pakar yang terhimpun dalam KDT akan mendatangi daerah-daerah se-Kawasan Danau Toba untuk juga melakukan sosialisasi.

Demo omak-omak di wilayah Sigapiton yang menghebohkan

Menurut Edison, sosialisasi menjadi bagian penting agar apa yang menjadi visi besar Presiden Jokowi dapat dipahami oleh masyarakat di Kawasan Danau Toba. Edison mencontohkan ulah omak-omak di wilayah Sigapiton yang melakukan demo tanpa busana. “Itu sungguh tidak layak. Tidak pernah perempuan Batak melakukan seperti itu. Karena itu, sosialisasi sangat penting agar hal tersebut tidak terjadi lagi,” tukas Edison.

Tidak itu saja, Edison menilai, marga-marga adalah stakeholders di Kawasan Danau Toba yang juga harus dilibatkan. “Justru marga-marga lah yang harus berperan aktif mendukung program ini. Presiden Jokowi saja sudah begitu serius mau membangun Danau Toba, masak kita sebagai stakeholders di sana malah seperti tidak mau tahu,” kritik Edison tajam.

Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo tampak bahagia memandangi Danau Toba nan indah

Dia meyakini, orang Batak kalau sudah disentuh, apalagi dengan budaya Dalihan Na Tolu, elek marboru, somba marhula-hula, manat mardongan tubu, akan sangat mudah diberi pemahaman.

Edison menilai bila sudah ada sosialisasi yang menyeluruh, maka pembangunan kawasan Danau Toba akan berjalan lancar. Dengan begitu, Danau Toba mendunia di Era Jokowi akan terwujud. (RN)