Edison Manurung, SH., MM., sesaat sebelum meninggalkan Tanah Air

Jakarta, innews.co.id – Komite Danau Toba (KDT) terus bergerak cepat merealisasikan sejumlah program unggulan guna turut mendukung pengembangan pariwisata Danau Toba mendunia di era Jokowi. Salah satu yang tengah dipersiapkan adalah pembersihan sampah massal dan penanaman pohon di kawasan Danau Toba.

Hal ini secara terbuka disampaikan Edison Manurung, SH., MM., kepada innews di Lapangan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, sesaat sebelum bertolak ke luar negeri, Jumat (22/11/2019).

Menurut Edison, gerakan kebersihan massal patut digaungkan agar kawasan Danau Toba bisa terbebas dari sampah. “Kita ajak masyarakat untuk hidup bersih dan membuang sampah pada tempatnya,” kata Edison.

Danau Toba saat ini tengah ditata untuk menjadi destinasi wisata kelas dunia. Jadi harus bersih dan terbebas dari sampah. “Pemerintah daerah di kawasan Danau Toba juga harus mendengungkan hal ini terus menerus kepada masyarakatnya,” pinta Edison.

Ditambahkannya, KDT akan bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup untuk melakukan pembersihan sampah massal yang akan dijalankan oleh pelajar, pejabat pemerintah, sampai kepada seluruh masyarakat. “Tradisi menjaga kebersihan harus menjadi budaya bagi masyarakat se-kawasan Danau Toba,” ujar Edison yang juga mantan Ketua DPP KNPI selama 2 periode ini.

Dengan aksi ini, maka Danau Toba akan menjadi asri dan bersih. Enak dipandang oleh para wisatawan dalam dan luar negeri. Selain itu, masyarakat juga akan hidup sehat.

Demikian halnya dengan penanaman pohon menurut Edison, akan ditanam yang sesuai dengan iklim disana.

Hal lainnya, KDT juga akan membicarakan pembuatan miniatur Indonesia di kawasan Danau Toba dengan para Bupati di kawasan Danau Toba. Juga akan dibuat di seluruh Indonesia. “KDT akan memproklamirkan bahwa penting ada miniatur Indonesia di tiap daerah agar menjadi pengingat dari setiap warga yang ada mengenai kampung halamannya,” kata Edison. (RN)