Ketua Umum Komite Danau Toba (KDT) dalam sebuah perbincangan menarik di FX Sudirman, Jum'at (2/11/2019)

Jakarta, innews.co.id – Sejak dikukuhkan September 2019 lalu, Komite Danau Toba (KDT) terus bergerak maju, melakukan serangkaian kegiatan yang terfokus pada pengembangan pariwisata Danau Toba Mendunia di Era Jokowi.

Antusiasme masyarakat–khususnya warga Batak terhadap wadah ini begitu luar biasa. Banyak pihak bersurat ke DPP KDT meminta agar KDT dibentuk di daerah-daerah. Melihat respon positif itu, innews menemui Edison Manurung, SH., MM., Ketua Umum DPP KDT mengkonfirmasi hal tersebut, di Jakarta, Kamis (28/11/2019) kemarin.

Ketua Umum KDT Edison Manurung salam komando dengan Wakil Menteri LHK Alue Dolong

“Ya benar, ada banyak dari daerah-daerah yang meminta agar dilahirkan pengurus KDT didaerah. Kami sangat menyambut baik niatan tersebut. Intinya adalah bagaimana kita masyarakat Batak bisa menaruh kepedulian dan dukungan terhadap Pemerintahan Jokowi yang saat ini tengah bekerja keras menjadikan Danau Toba menjadi wisata kelas dunia,” kata mantan Ketua DPP KNPI 2 periode ini.

Edison menargetkan tahun depan, KDT sudah memiliki kepengurusan sampai ke tingkat kabupaten/kita, bahkan sampai ke luar negeri. “Kami sudah mengeluarkan mandat agar dibentuk di daerah-daerah seperti Kalimantan Barat, Riau, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Papua, dan lainnya,” jelas Edison.

Cabang-cabang yang dibentuk, lanjut dia, diberi otonomisasi untuk mengelola kepengurusannya sendiri.

Edison Manurung bersama Pengurus KDT menikmati keindahan Danau Toba

Edison menegaskan jabatan ketum di KDT cukup 2 periode, karena harus ada regenerasi. Karena itu, keterlibatan generasi muda sangat diharapkan di KDT.

Edison secara khusus mengajak warga Batak di daerah-daerah se-Indonesia untuk bergabung dan membentuk KDT di daerahnya masing-masing. “Ini kesempatan emas untuk membangun Danau Toba menjadi destinasi wisata kelas dunia, belum tentu ada kesempatan kedua lagi,” tukas Edison.

Siapa pun bisa bergabung di KDT, baik itu pengusaha, pejabat, birokrat, atau rakyat biasa. Intinya, ada niat tulus untuk mendorong percepatan pembangunan di bona pasogit (kampung halaman).

Edison Manurung (ke-4 dari kiri) bersama rekan-rekan DPP KNPI tengah menemui Presiden BJ Habibie

Dengan terbentuknya KDT di daerah-daerah akan mendorong persatuan orang Batak di Indonesia. Disamping itu, mendorong kreativitas dari masyarakat Batak di daerah masing-masing.

Edison yang pernah mewakili pemuda Indonesia di Sidang Umum PBB di Kantor Pusat PBB di New York, Amerika Serikat ini mengimbau gerakan KDT ini mendapat respon positif dari segenap warga Batak. “Bergabung di KDT adalah bagian dari upaya mencintai tanah leluhur dan kampung halaman kita semua,” pungkas Edison. Kedepan, KDT siap ‘menyulap’ kawasan Danau Toba yang tadinya masuk dalam peta kemiskinan menjadi peta kemakmuran. (RN)