Jakarta, innews.co.id – Kekuatan mental Otty Hari Chandra Ubayani, Sh., Sp.N., MH., menjadi modal besar dirinya bisa keluar dari tekanan yang begitu besar saat pencalonannya sebagai ketua umum IPPAT beberapa waktu lalu. Ketika banyak yang mem-bully dirinya, ia tetap tenang dan tegar. Bahkan, ketika ia dicurangi pun, ia memilih untuk diam dan pasrah pada kehendak Sang Pencipta.

Baginya, untuk mencapai pucuk tertinggi tidak harus dibarengi dengan kecurangan atau permainan kotor, apalagi sampai menghina sesama calon ketum lainnya. “Ini sangat tidak dibenarkan oleh agama,” kata Otty saat ditemui di kantornya, beberapa waktu lalu.

Otty sadar betul, kalau pun dirinya tidak terpilih dalam sebuah kontestasi, itu berarti takdirnya memang bukan demikian. Meski begitu, dirinya sangat menyayangkan buruknya pelaksanaan Kongres IPPAT di Makassar.

Kini, Otty mulai memalingkan fokusnya pada pencalonan ketua umum Ikatan Notaris Indonesia (INI) yang rencanannya akan diadakan di Makassar, Sulawesi Selatan, 2019 nanti.

Tampilnya Otty lebih dikarenakan keinginan arus bawah, khususnya para notaris di daerah-daerah. Traumakah Otty, berkaca pada kasus di IPPAT yang kini tengah bergulir di pengadilan?

“Justru saya mau buktikan bahwa kebenaran itu belum tentu kalah. Kita harus tetap berjuang dan tidak boleh putus asa. Meski diperlakukan curang, kita jangan down karena kebaikan itu bisa tidak muncul nanti,” terang Otty.

Belajar dari kasus IPPAT, Otty mengaku, justru dirinya bisa melihat siapa yang benar-benar bisa menjadi sahabat, siapa yang hanya memanfaatkan untuk kepentingan sesaat saja. “Ada orang yang maunya dekat untuk manisnya saja. Tapi, ada juga yang sebaliknya, tetap dekat dalam kondisi apa pun,” terang Otty seraya menerangkan kasus IPPAT, kata Otty, menjadi pelajaran berharga bagi Otty.

Kekuatan mental Otty juga lantaran didikan Sang Ayah yang demikian keras pada dirinya. “Ayah saya selalu mengingatkan bahwa kehidupan di luar jauh lebih keras lagi karena itu harus memiliki mental baja,” ujarnya sembari mengingat Sang Ayah.

Siap berjuang

Digadang-gadang menjadi caketum INI, Otty mengaku, mengapresiasi keinginan dari para notaris. “Saya takjub dengan dukungan mereka. Tentu mereka ingin suatu perubahan ke arah yang lebih baik. Kalau dulu, mungkin mereka kurang diperhatikan, maka bila saya terpilih tentu harus memberikan perhatian yang lebih baik lagi,” urainya.

Menurut Otty, banyak yang mengadu pada dirinya bahwa selama ini kurang perhatian dari Pengurus Pusat INI kepada seluruh anggotanya. Mungkin juga karena anggota INI yang demikian banyak se-Indonesia. “Karena itu, saya berkomitmen untuk memperhatikan semua anggota. Bilamana mereka ada masalah, maka Pengurus Pusat wajib membantu,” terangnya.

Mufidah Jusuf Kalla memberikan bunga tangan kepada Otty

Ditambahkannya, keinginan maju dalam pencalonan Ketum INI lebih untuk memberi harapan baru bagi segenap anggota INI, tanpa terkecuali. “Dengan begitu, INI ke depan bisa lebih baik dan mampu memberi rasa keadilan kepada seluruh anggotanya,” tandasnya.

Menurut Otty, nasib anggota INI sampai di daerah pedalaman pun harus diperhatikan. “Kita tidak melulu memperhatikan hal-hal yang besar dan mengabaikan hal-hal yang kecil. INI itu rumah bersama bagi seluruh anggota. Kalau selama ini banyak anggotanya merasa kecewa, maka tentu mereka mencari sosok baru yang sanggup menjawab kerinduan hati mereka,” tukasnya. (RN)