Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd., Ketua Umum Kowani terpilih periode 2019-2024

Jakarta, innews.co.id – Meraih 441 suara dalam pemilihan Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) pada Kongres XXV Kowani yang diadakan di Hotel JS Luwansa, Kuningan, Jakarta, 3-4 Desember 2019, Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd., kembali menduduki tampuk pimpinan Kowani untuk periode 2019-2024.

Giwo mengungguli pesaingnya Ony Jafar Hafsah, SE., yang hanya meraih 254 suara. Proses pemilihan melalui pemungutan suara ini dilakukan organisasi-organisasi perempuan anggota Kowani berlangsung lancar.

Suasana Kongres XXV Kowani di JS Luwansa, Jakarta, 3-4 Desember 2019

Dalam pidato perdananya pasca terpilih kembali sebagai Ketum Kowani, Giwo menegaskan, bahwa salah satu yang akan ia perjuangkan adalah bagaimana Kowani lebih turun kebawah ke organisasi-organisasi anggotanya serta mendorong terciptanya sumber daya manusia (SDM) yang unggul.

“Kowani merupakan rumah perjuangan bersama perempuan Indonesia yang selalu terbuka lebar. Saya akan menginventarisir hasil-hasil yang belum optimal dan apa yang diinginkan oleh organisasi di bawah Kowani,” kata Giwo.

Dikatakannya, kemenangan yang diraih milik semua pihak dan ia didedikasi untuk organisasi anggota Kowani.

Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd., saling berangkulan dengan kompetitornya Ony Jafar Hafsah usai diumumkan pemenang kongres ini

“Mungkin sempat ada persaingan jelang pemilihan ketum. Namun, setelah ini semua harus berbaur kembali dan memikirkan bersama apa yang terbaik bagi perempuan-perempuan Indonesia,” seru Giwo.

Terkait kinerja, Giwo menegaskan, ia akan membagi tugas secara merata ke ketua-ketua bidang. “Jangan semua terpusat di ketum saja. Para ketua bidang juga harus mengambi peran,” imbuhnya.

Pimpilnan energik paduan suara

Ia juga menegaskan bahwa dalam 5 tahun kedepan, Kowani harus melakukan regenerasi. “Saya akan mencermati potensi-potensi yang ada di Kowani untuk selanjutnya didorong agar bisa memimpin organisasi ini kedepan,” tukas Giwo.

Pada kesempatan itu, Giwo mengajak semua pihak untuk bersama-sama mencari pahala di Kowani, bukan mengedepankan kepentingan pribadi. “Ada banyak hal yang harus kita perjuangkan bersama terkait kiprah perempuan Indonesia. Bagi saya, Kowani adalah wadah perjuangan kaum perempuan. Karena kalau bukan kita, siapa lagi,” pungkasnya. (RN)