Bali, innews.co.id – Melalui proses pemilihan yang terbilang sederhana, akhirnya diputuskan I Made Widiade, SH., MKn., selaku petahana, kembali menduduki posisi sebagai Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) Bali periode 2018-2021.

Pemilihan yang berlangsung di Gran Inna BaliBeach Hotel, Sanur, Bali, Senin (19/11), Widiade dipilih secara aklamasi oleh para PPAT se-Bali untuk menduduki posisi Ketua Pengwil untuk periode kedua.

Sebelumnya, laporan pertanggung jawaban pengurus Pengwil IPPAT Bali periode 2015-2018 diterima tanpa catatan.

Para presidium yang dipimpin dan diisi oleh para Ketua Pengda IPPAT se-Bali ini mampu menggelar pleno yang sangat demokratis.

Para PPAT dapat menerima hampir seluruh keputusan yang dibuat dalam pleno tersebut.

Usai pemilihan, Widiade mengatakan, dirinya bersyukur pelaksanaan Konferwil IPPAT Bali bisa berjalan dengan lancar. Kalau pun terpilih kembali, bagi Widiade itu adalah amanah yang harus dijawab dengan kerja keras.

“Saya dan teman-teman di Bali selalu menjaga kerukunan. Pun demikian dalam wadah IPPAT,” kata Widiade.

Ditambahkannya, apa yang sudah digariskan oleh para PPAT melalui sidang-sidang komisi dan diputuskan di pleno akan dijalankan.

Harapannya, Bali bisa diberi kesempatan mengadakan upgrading Rapat Kerja oleh PP IPPAT yang biasanya diadakan tiga bulan sekali. “Mudah-mudahan kerinduan kami bisa terwujud,” harapnya.

Sejauh ini, tambah Widiade, kondisi di Bali sangat kondusif. Begitu juga dalam hubungan kerja dengan BPN setempat, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Widiade menambahkan, sejauh ini tidak ada perubahan kepengurusan. Mungkin hanya ketua-ketua yang dipindah-pindah tempatnya saja.

Bicara soal somasi yang diterima Pengwil IPPAT Bali pada Kamis (15/11), menurut Widiade, diterima pagi hari, sorenya langsung diadakan rapat. Dan, diputuskan untuk tetap mengadakan konferwil.

“Kami siap menghadapi somasi itu. Kan kami baru di somasi, belum digugat, seperti PP IPPAT. Bagi kami, konferwil yang sekarang dilaksanakan sah. Kalau pun ternyata kalau putusan pengadilan berkata lain, maka kita akan pikirkan selanjutnya,” tandasnya seraya mengatakan bagi dirinya somasi itu salah kamar. (RN)