Jakarta, innews.co.id – Ditengah situasi dunia yang makin padat teknologi, khususnya di media sosial, konsep kewirausahaan berdasarkan kemanusiaan atau humane entrepreneurship, sangatlah relevan.

Hal ini lebih diperkuat dengan kondisi Indonesia yang memang punya Sila Kedua, yaitu Kemanasiaan yang Adil dan Beradab.

Ini dikatakan President International Council for Small Business atau ICSB Hermawan Kartajaya dalam memperingati Hari UMKM Internasional di Jakarta, Rabu (27/5).

Sebab, tidak bisa dipungkiri penggunaan media sosial yang kian marak ternyata juga memiliki dampak negatif jika pemakaiannya sebagai sarana bisnis tidak diimbangi dengan rambu-rambu.

Turut hadir pada acara terebut Sekretaris Kemenkop dan UKM Meliadi Sembiring, Duta Koperasi Dewi Motik Pramoni, pemerhati UMKM maupun pelaku UMKM.

Peringatan Hari UMKM Internasional itu juga dilakukan di sejumlah daerah yang pada 27 Juni 2018 tidak menggelar Pilkada seperti Banda Aceh, Manado, Yogyakarta, Bandung, Makassar, dan Pontianak.

Hari UMKM Internasional kali ini mengusung tema “Humane Entrepreneurship for Better Indonesia”.

Pelaksanaan Hari UMKM Internasional yang disahkan oleh PBB, tidak lepas dari inisiatif Indonesia pada 2016, tepatnya 16 Juni 2016, di mana ketika itu Menteri KUKM RI A.A.G.N. Puspayoga berpidato di Markas PBB New York, Amerika Serikat, bersama enam menteri dari negara lain sebagai inisiator Hari UMKM Internasional. Setahun kemudian, Sidang Umum PBB menetapkan tanggal 27 Juni sebagai UN-MSME Day atau United Nation – Micro and Small Medium Enterprise Day.

Perayaan pertama kali yang bersifat global dilakukan bersamaan dengan ICSB World Conference ke-62 yang diselenggarakan 27 Juni – 1 Juli 2017 di Buenos Aires, Argentina.

ICSB adalah organisasi global yang memperjuangkan hal ini di PBB sejak beberapa tahun lalu. ICSB sendiri didirikan di Washington DC, tepatnya di George Washington University pada tahun 1955.

Saat ini, ICSB sudah terwakili 85 negara, termasuk Indonesia. ICSB memiliki 4 pilar, yaitu Academicians, Researchers, Business Practitioners, dan Policy Makers yang diharapkan dapat terus mengembangkan UMKM dan semangat kewirausahaan di seluruh dunia.

Hal ini makin relevan dengan perkembangan ekonomi global maupun digital yang menimbulkan ketidakpastian di mana-mana.

Saat ini, Indonesia dipercaya menjadi President of ACSB atau Asia Council for Small Business – Kaukus Asia dari ICSB yang terdiri dari 11 negara. Salah satu konsep penting yang diperjuangkan ACSB sampai ke tingkat global adalah Humane Entrepreneurship – inisiatif Prof Kim Kichan dari Korea Presiden ICSB periode 2015-2016. (RN)