Brebes innews.co.id – Dalam upaya mendukung peningkatan cakupan dan kualitas layanan kepada perempuan dan anak korban kekerasan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah mengukuhkan 100 peserta terdiri dari 54 laki-laki dan 46 perempuan perwakilan 17 kecamatan di Brebes sebagai Satuan Petugas Perlindungan Perempuan dan Anak (Satgas PPA).

Pelantikan tersebut dilakukan oleh Sekretaris Kemen PPPA, Pribudiarta Nur Sitepu di Brebes, Kamis (11/10).

Dalan siaran persnya dikatakan, “Dinas PPPA memiliki keterbatasan sumber daya untuk menangani kasus permasalahan perempuan dan anak yang terjadi di Brebes. Oleh karena itu, kami menggandeng seluruh elemen masyarakat, seperti karang taruna, motivator anak, aktivis, sahabat perempuan dan anak, pengacara, eks-anak jalanan, eks-forum anak untuk membantu menyelesaikannya. Semoga pelatihan dan pengukuhan 100 satgas PPA Kab. Brebes ini dapat meningkatkan semangat dan keterampilan satgas PPA dalam menjalankan perannya membantu perempuan dan anak korban kekerasan untuk mendapatkan layanan secara tepat waktu dan sesuai dengan yang dibutuhkan,” ujar Pribudiarta.

Usai pengukuhan, Ketua Satgas PPA Brebes, Kuntoro menjelaskan, satgas mempunyai 2 inti tugas dan fungsi, yaitu penjangkauan dan identifikasi.

Dalam melakukan identifikasi, satgas memiliki kemampuan untuk mengetahui dan membuat rekomendasi apakah korban itu harus segera dirujuk karena kondisinya atau diungsikan sementara. Hasil rekomendasi akan dilaporkan ke UPTD di Kabupaten Brebes.

UPTD dan Dinas PPA kemudian akan berkoordinasi dengan stakeholder, instansi terkait, kepolisian, medis maupun posikolog, tergantung dari kondisi korban.

Tingginya angka kekerasan di Brebes dipengaruhi oleh beberapa hal mendasar, seperti luas wilayah dan tingkat kemiskinan yang cukup tinggi.

Menurut Kuntoro, ironisnya angka kekerasan di Brebes korbannya didominasi anak-anak sehingga satgas PPA Brebes didorong untuk lebih aktif turun ke masyarakat atau tidak menunggu masalah datang. Fungsi pengawasan dilakukan melalui pencegahan, seperti sosialisasi untuk melindungi perempuan dan anak.

“Kami dorong satgas PPA yang merupakan perwakilan 17 kecamatan di Brebes ini untuk memetakan tiap-tiap daerah. Meskipun secara prosedural kami menunggu arahan dari unit DP3AKB atau UPTD Brebes untuk melakukan penjangkauan bila ada laporan kekerasan, tapi langkah preventifnya kami melakukan pencegahan seperti terjun langsung ke lapangan memetakan daerah-daerah rawan atau berpotensi terjadi kekerasan terhadap perempuan dan anak. Pelatihan satgas PPA ini menjadi kegiatan penting guna mempersiapkan satgas PPA memahami jati diri, membangkitkan semangat dan jiwa kerelawanan, dan memahami serta menjalankan perannya dengan baik, khususnya memberi perlindungan bagi perempuan dan anak di Brebes,” terang Kuntoro.

Pentingnya partisipasi masyarakat dalam penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, dibenarkan Bupati Brebes, Idza Priyanti.

“Keberadaan satgas PPA akan membantu Pemerintah Daerah Brebes untuk melindungi perempuan dan anak. Apalagi di Brebes, jumlah anak mencapai 600 ribu orang yang tersebar di 17 kecamatan. Ke depan, kami akan pertimbangkan untuk membuat satgas PPA hingga tingkat desa karena di Brebes terdapat 297 desa. (RN)