Belu, innews.co.id – Sebanyak 32 pelaku usaha mikro di Atambua–salah satu wilayah perbatasan NKRI dengan Timor Leste mendapat bantuan dari pemerintah.

Ini merupakan hasil sinergi Kementerian Koperasi dan UKM dengan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP).

Menurut Asisten Deputi Permodalan Kementerian Koperasi dan UKM Luhur Pradjarto di Belu, Jumat (14/9), program sinergi ini telah dirintis sejak Oktober 2017.

“Atas dasar itu, maka untuk mengkongkritkan sinergi pada 2018 disepakati dibuat piloting di lima daerah Pusat Kegiatan Strategis Nasional atau PKSN, dengan kegiatan pelatihan dan pemberian bantuan usaha mikro sebagai Wirausaha Pemula (WP),” katanya.

Dalam pelaksanaannya, pelatihan didukung anggaran dari BNPP maupun Bank Indonesia serta Pemerintah Daerah setempat.

“Setelah itu kepada peserta pelatihan yang memenuhi persyaratan diberikan bantuan pemerintah berupa dana untuk pengembangan WP,” katanya.

Luhur menekankan agar penerima WP dapat menggunakan dana untuk mendukung perkembangan usahanya fan nantinya dapat menggairahkan perekonomian daerah perbatasan.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Belu Drs. Hasan Mukim berpesan kepada para peserta agar dana benar-benar digunakan sehingga usahanya bisa berkembang dan bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan mereka, disamping itu Dinas bersama Kepala Bagian yang mengelola Perbatasan akan memantau penggunaan dana.

Secara terpisah Ose Luan, Wakil Bupati Kabupaten Belu menyambut baik dan berterima kasih kepada Kementerian Koperasi dan UKM atas dukungannya dalam membangun daerah perbatasan.

Ia berharap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Perindustrian dan Perdagangan dapat melaksanakan pelatihan teknis dan Dekranasda dapat mendukung dalam menampung dan memasarkan produk WP. (RN)