Jakarta, innews.co.id – Sejarah telah membuktikan, kepemimpinan seorang perempuan mampu menghadirkan kesejukan, baik dalam berorganisasi maupun dalam mengelola sebuah bisnis.

Kondisi demikian tentu bisa mendorong laju organisasi semakin kencang.

Hal ini lantaran perempuan memiliki banyak kelebihan, meski juga tak lepas dari kekurangan.

Seperti disampaikan Lany Guito, SE., Ketua Bidang Pendidikan Anak dan Remaja di Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin), dalam perbincangan singkatnya, Rabu (5/12).

Menurutnya, kepemimpinan perempuan memiliki banyak nilai plus dalam hal sudut pandangnya yang lebih mempertimbangkan banyak aspek dibanding pemimpin laki-laki.

Begitu juga nalurinya bagai air yang dapat memasuki celah-celah sempit yang tak terjangkau pemikiran standar.

Demikian pula keluwesan komunikasi dan pendekatan personalnya menjadi jembatan untuk menyelesaikan masalah dengan win win solution. Belum lagi talenta multitasking melengkapi kecepatan kerja dan keputusannya.

Sudah barang tentu sangat berdampak bagi perkembangan organisasi. Yang sangat terasa adalah setiap anggota merasa memperoleh perhatian, penghargaan, dan respon yang diharapkan sehingga memacu semangat untuk bekerja lebih maksimal.

“Intinya pemimpin perempuan lebih dapat menempatkan setiap orang sesuai posisi dan kondisi sehingga berdampak pada kenyamanan kerja,” ujarnya.

Keberhasilan kepemimpinan perempuan bukan baru sekarang ini, tapi sudah berlangsung lama. “Pemimpin wanita yang hebat-hebat selalu lahir setiap masa dengan gaya yang berbeda,” terang Lany.

Bicara soal umat Khonghucu, di mana ‘rumah” besarnya Matakin akan mengadakan Munas pada Desember 2018 ini dan muncul wacana untuk mendudukan perempuan sebagai Ketua Umum Matakin, Lany berujar, “Umat Khonghucu cukup paham hal emansipasi. Konsep Yin Yang menjadi pedoman perempuan Khonghucu dalam memilih perannya. Tanggung jawab di rumah tetap menjadi prioritas utama”.

Lany menambahkan, perempuan Khonghucu layak diberi kesempatan untuk memegang posisi kunci.

Sementara itu, Liem Liliany Lontoh Ketua Matakin Provinsi DKI Jakarta ketika ditanya apakah perempuan dapat memegang tampuk pimpinan tertinggi di Matakin, dengan singkat berujar, “Ya, boleh saja”. (RN)