Pandeglang, innews.co.id – Pandeglang merupakan poros maritim untuk Provinsi Banten, karena daerahnya dikelilingi oleh lautan dengan aneka jenis ikan yang cukup banyak, juga merupakan hutan terluas pertama di Jawa sehingga komoditas pertanian dan perkebunan sangat potensial.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pandegalang, Firman Abdul Kadir, SE., saat membuka acara Temu Bisnis Peningkatan Kerjasama Investasi Usaha KUMKM di Hotel Sofyan Inn Altama yang dilaksanakan pada Selasa, (10/4). Oleh karena itu, Kementerian Koperasi dan UKM RI melalui Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha berupaya menjalin peningkatan kerja sama investasi usaha di Kabupaten Pandeglang, khususnya bagi Koperasi dan UMKM yang bergerak di sektor perikanan.

Salah satu perusahaan yang terus mendampingi para petani, baik di bidang pertanian, peternakan dan perikanan PT Tanihub Indonesia, diharapkan bias terus bekerja sama dengan kelompok UMKM perikanan. Sementara itu, Bank Jabar Banten diharapkan mendukung dari sisi keuangan melalui skim Kredit Usaha Rakyat (KUR) perkebunan/pertanian dengan bunga sangat rendah sebesar 7% efektif atau bunga menurun, rata-rata 3,5% pertahun.

Asdep Pengembangan Investasi Usaha Kementerian Koperasi dan UKM Sri Istiati mengatakan kedua instansi itu digandeng karena memiliki potensi menjalin sinergi dalam peningkatan kerja sama investasi usaha bagi koperasi dan UKM Perikanan.

“Melalui divisi Tanifund-nya perusahaan ini akan bekerja sama dengan kelompok UMKM perikanan dengan melakukan pendanaan sampai dengan Rp 2 miliar, semua sarana produksi perikanan seperti bibit, pakan, pengelolaan, dan lain-lain akan disediakan, pendampingan usaha perikanan, dan hasil panen 100% diserap PT Tanihub Indonesia,” kata Sri.

Sri menambahkan, kerja sama kolektivitas dengan PT Tanihub Indonesia bagi kalangan UKM Perikanan sejalan dengan program KUR yang mulai 2018 lebih diprioritaskan kepada bidang pertanian/perikanan.

Hal itu sesuai dengan rencana kerja sama/kemitraan pengembangan usaha dengan Koperasi Perikanan “Alam Bahari” dan Poktan untuk budidaya cabai dan pepaya.

Sementara itu, Pembagian keuntungan hasil produksi adalah UKM Perikanan memperoleh 40%, Bank Jabar Banten selaku investor memperoleh 40%, dan PT Tanihub Indonesia 20%.

“Kami berharap dengan kerja sama investasi usaha ini antara UKM Perikanan, Bank Jabar Banten, dan PT Tanihub Indonesia akan memberikan nilai tambah bagi ekonomi UKM perikanan pada khususnya dan kabupaten Pandeglang pada umumnya,” ujar Sri. (RN)