Spanduk Anti-Pancasila

Depok, innews.co.id – Sebuah spanduk terbentang di jembatan penyeberangan di salah satu ruas jalan di wilayah Depok yang cukup mengagetkan. Spanduk itu bertuliskan “#2019 Membawa Misi Merubah Negara Demokrasi Menjadi Sistem Khilafah Islamiyah”.

Dari tulisannya saja jelas-jelas spanduk tersebut anti-Pancasila dan terkesan provokatif. Sepertinya kelompok-kelompok anti-Pancasila masih gencar menyuarakan perubahan dasar dan filosofi negara Indonesia.

Ketika coba dikonfirmasi, Ketua DPRD Kota Depok Hendrik Tangke Allo, S.Sos., dengan tegas mengatakan, “Ini (spanduk, red) bisa menjadi provokasi yang bisa mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang selama ini kita jaga, pelihara, dan rawat bersama”.

Menurut Hendrik, dirinya secara tegas mengecam keras pihak-pihak yang mencoba untuk memecah belah NKRI, termasuk pihak yang memasang spanduk tersebut.

Tanpa tedeng aling-aling Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Depok ini mengatakan, “Saya meminta siapa pun, entah partai politik atau lainnya, sebagai pihak yang memasang spanduk untuk melakukan klarifikasi dan menjelaskan tujuan mereka seperti apa memasang spanduk tersebut di Depok yang dikenal pluralis”.

“Ini benar-benar sangat berbahaya bagi kehidupan berbangsa dan bernegara kita,” ucapnya.

Tidak itu saja, Hendrik sudah langsung berkoordinasi dan minta Kapolres Depok untuk mengecek dan menurunkan spanduk tersebut. “Ya, saya sudah minta Kapolres dan jajarannya mengecek hal itu. Bila masih terpampang, harus segera diturunkan,” ucap Hendrik tanpa ragu. (IN)