Rosan (paling kiri) bersama rekan-rekan Kadin

Jakarta, innews.co.id – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memprediksi Bank Indonesia tidak ragu untuk menaikkan tingkat suku bunga acuan BI 7 Days Reverse Repo Rate. Hal tersebut seiring merespon kebijakan bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve yang kembali menaikkan suku bunga Fed Fund Rate (FFR) sebesar 25 basis poin menjadi 2 persen pada 13 Juni 2018 lalu.

Sebelumnya, pada 20 Maret 2018, The Fed juga menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin ke level 1,75 persen.
Hal itu dikatakan Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Roeslani saat ditemui di sela acara open house Lebaran di Kemang Timur, Jakarta Selatan, Sabtu (16/6), “Kenaikan suku bunga Fed sebetulnya bukan sesuatu yang mengejutkan. Bukan tidak mungkin suku bunga acuan BI 7 Days Reverse Repo Rate yang saat ini 4,75 persen bakal kembali naik”.

Diketahui, dalam Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada Mei lalu, bank sentral kembali menaikkan suku bunga acuan BI 7 Days Reverse Repo Rate dua kali masing-masing sebesar 25 basis poin menjadi 4,75 persen.

Secara terpisah, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, kenaikan suku bunga acuan tersebut sebagai langkah preventif yang dilakukan bank sentral dalam menyiasati bank sentral Amerika Serikat The Fed yang diprediksi bakal lebih agresif menaikkan Fed Fund Rate yang bisa menyebabkan tekakan pada nilai tukar rupiah.

“Rapat Dewan Gubernur pada 30 Mei 2018 memutuskan untuk menaikkan BI 7Days Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin menjadi 4,75 persen,” kata Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, akhir Mei lalu.

Rosan mengungkapkan, kalangan pengusaha sudah mengantisipasi kenaikan bunga pinjaman sebagai dampak dari kenaikan tingkat suku bunga acuan. Sebab, kalangan pengusaha tidak lagi hanya mengandalkan pendanaan yang bersumber dari perbankan untuk ekspansi usaha.

Menurutnya, sumber pendanaan juga bisa melalui penerbitan surat utang di pasar modal untuk mendanai ekspansi. “(Sumber pendanaan) bisa melalui pasar modal harus, kalau bergantung perbankan cost of fund akan naik,” pungkas Rosan. (RN)

Hosting Unlimited Indonesia