Jakarta, innews.co.id – Bila Kongres Luar Biasa (KLB) menjadi langkah terbaik untuk kepentingan dan persatuan organisasi serta seluruh PPAT Indonesia, sejatinya harus didukung oleh semua pihak.

Penegasan ini disampaikan Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) periode 2015-2018 Dr. Syafran Sofyan, SH., Sp.N., M.Hum., kepada innews, Minggu (2/6/2019), menyikapi berkembangnya wacana KLB IPPAT di Lombok, September 2019, sebagai bagian dari penetapan Pengadilan Negeri Jakarta Barat Nomor 694/Pdt.G/2018/PN.Jkt.Brt.

“Apa pun langkah yang diambil adalah yang terbaik untuk kepentingan, persatuan organisasi dan seluruh PPAT Indonesia, termasuk rencana KLB IPPAT,” jelas Syafran.

Syafran menegaskan, kalau KLB bertujuan untuk kebaikan IPPAT, pasti di dukung.

Sebelumnya, wacana KLB IPPAT disampaikan oleh Pimpinan Kolektif Kolegial (PKK) IPPAT dan Tim PPAT Peduli IPPAT (penggugat, red) secara langsung kepada Ketua DPR RI Bambang Soesatyo dalam anjangsananya ke Gedung DPR RI, Jumat (31/5/2019).

Priyatno, SH., Sekretaris Umum PP IPPAT periode 2018-2021

Dalam pertemuan tersebut, Ketua DPR menyambut baik rencana KLB sebagai bagian dari upaya menuntaskan polemik di tubuh PPAT.

Namun, menurut Priyatno, SH., Sekretaris Umum PP IPPAT hasil Kongres VII IPPAT di Makassar menegaskan bahwa Ketua DPR tidak mendapat info yang sesuai beracara tentang penetapan perdamaian dari Pengadilan Negeri Jakarta Barat.

Oleh sebab itu, PP IPPAT akan segera melakukan klarifikasi langsung ke Ketua DPR RI.

Otty H.C. Ubayani, salah satu Pimpinan Kolektif Kolegial IPPAT

Rencana KLB juga dibenarkan salah satu PKK IPPAT Otty H.C. Ubayani, SH., Sp.N., MH., yang dengan lugas mengatakan, “Semua perjalanan organisasi harus sesuai dengan AD/ART. Karena itu panduannya”.

“Kalau ada yang melenceng, harus dikembalikan lagi kepada landasan hukumnya. Sehingga on the track. Susahnya kalau tidak ada punishment-nya,” jelas Otty.

Otty menambahkan, “Jangan kecurangan menjadi habit organisasi. Tidak ada istilah tidak akan menang kalau tidak berbuat curang, melainkan yang berbuat curang akan masuk jurang, cepat atau lambat! Dan, ingat, pertanggungganjawabannya tidak hanya di dunia. Mau bukti, kita liat saja nanti”.

Lebih jauh Syafran mengingatkan, “Di bulan Ramadhan ini, di mana sebentar lagi kita menyambut 1 Syawal Hari Raya Idul Fitri, marilah kita semua elit IPPAT duduk bersama dan bersatu”.

“Apa pun langkah yang diambil pasti untuk kemajuan organisasi dan kepentingan seluruh anggota,” tukas Syafran. (RN)