Dr. dr. Karina, SpBP-RE Pendiri Yayasan Hayandra Peduli yang menaungi Klinik dan Laboratorium Hayandra, dalam jumpa pers di Cikang Resto, Jakarta, Selasa (21/1/2020) siang

Jakarta, innews.co.id – Terapi regenerasi sel di Indonesia kian berkembang. Terbaru yang dirilis oleh Klinik dan Laboratorium Hayandra penggunaan teknologi pengolahan lemak sampai mendapatkan berbagai sel regeneratif dalam jumlah milyaran yang disebut stromal vascular fraction (SVF), dimana sangat berguna untuk memperbaiki sel yang rusak dalam tubuh, termasuk untuk peremajaan kulit.

Hal tersebut disampaikan Dr. dr. Karina, SpBP-RE Pendiri Yayasan Hayandra Peduli yang menaungi Klinik dan Laboratorium Hayandra, dalam jumpa pers di Cikang Resto, Jakarta, Selasa (21/1/2020) siang.

Laboratorium Hayandra, kata Karina, merupakan satu dari 5 laboratorium cGMP stem cell yang memiliki SK Menteri Kesehatan RI sebagai laboratorium yang legal melakukan pemrosesan stem cell dan sel lainnya. Selain itu, Klinik Hayandra juga terafiliasi dengan beberapa rumah sakit mitra pemerintah dalam membangun layanan sel terapi yang berkualitas, teruji, dan terstandarisasi dengan baik.

Niatan Karina membuat klinik dan laboratorium ini berangkat dari diagnosis Sang Ibu yang menderita kanker usus. Pasca operasi dilanjutkan dengan terapi sel imun (immune cell therapy/ICT) di Jepang.

Harapannya dengan keberadaan klinik dan laboratorium ini bisa membantu masyarakat Indonesia dengan biaya yang relatif lebih murah dibanding harus berobat ke luar negeri.

Sementara itu, dr. Krista Ekaputri, SpBP-RE., dokter bedah plastik di Klinik Hayandra menuturkan, “Sel punca yang teraman berasal dari diri kita sendiri (autologus). Sel punca yang terkandung dalam SVF merupakan sumber sel peremajaan kulit yang aman, praktis, dan rendah risiko”.

Demikian juga sistem imun, seperti dikatakan dr. Komang A. Wahyuningsih, M.Biomed (AAM)., Sp.DLP., selain menjadi terapi pendukung kanker, ICT banyak digunakan untuk pencegahan kanker serta terapi di bidang anti aging.

Klinik dan Laboratorium Hayandra juga rajin melakukan riset dengan sejumlah ahli dari dalam dan luar negeri. Hasil-hasil penelitiannya juga telah dipublikasikan dalam banyak jurnal ilmiah di dalam atau luar negeri. (RN)