Jakarta, innews.co.id – Budaya Indonesia begitu kaya. Salah satunya adalah keragaman kain nusantara. Hampir tiap daerah memiliki corak kain tersendiri yang begitu khas. Jika tidak dilestarikan, bukan tidak mungkin kain-kain khas nusantara dicaplok oleh negara lain.

Kerinduan untuk melestarikan kain-kain nusantara, membuat Siti Hanimastuty Agustanzil dan beberapa rekan mendeklarasikan terbentuknya Komunitas Cinta Berkain Indonesia (KCBI), sekitar 5 tahun silam.

Siti Hanimastuty Agustanzil Ketua Umum Komunitas Cinta Berkain Indonesia di acara Halal Bihalal dan Silahturahmi KCBI di Hotel Ambhara Jakarta, Minggu (21/7/2019)

“Sebagai bentuk kecintaan terhadap kain nusantara, kami selalu mengajak semua rakyat Indonesia untuk menggunakan kain-kain nusantara. Ini sebagai bentuk pelestarian budaya nusantara,” ujar Siti Agustanzil Ketua Umum KCBI saat ditemui di sela-sela Halal Bihalal dan Silahturahmi Komunitas Cinta Berkain Indonesia (KCBI) di Grand Ballroom Hotel Ambhara, Jakarta, Minggu (21/7/2019).

Ratusan pecinta kain nusantara yang terhimpun dalam KCBI tampak hadir di acara yang menghadirkan bintang tamu Ermy Kulit dan Deddy Dhukun tersebut. Juga tampil peragaan busana yang menampilkan tenun nusantara dan songket yang dibawakan oleh model-model dari OH Boutique. Di pintu masuk tampak bazar kain nusantara yang begitu indah. Tausiyah disampaikan oleh Ustad Ridwan Sholawat. Tidak ketinggalan penampilan grup Tombo Ati, Lenggang Nusantara, dan presentasi mengenai perawatan kulit.

Menurut Sita, kita punya tanggung jawab untuk terus mensosialisasikan rasa cinta berkain nusantara, khususnya kepada generasi muda.

Penampilan bintang tamu Ermy Kulit

Diakuinya saat ini gempuran produk-produk fashion dari luar begitu dahsyat. Namun, harus diingat Indonesia memiliki kain-kain nusantara yang begitu khas, baik kain maupun coraknya.

“Ini menjadi kekayaan bangsa yang tiada ternilai. Karena itu, tanggung jawab kita bersama untuk memelihara dan melestarikan kain-kain nusantara,” ujar Sita.

Dengan Deddy Dhukun bawa peserta bergoyang bersama

Tidak itu saja, Sita berharap dengan semakin banyak masyarakat Indonesia yang mengenakan, maka kain-kain nusantara akan kian lestari.

Sementara itu, Otty H.C. Ubayani owner OH Boutique menjelaskan, banyak sekali kain-kain nusantara yang belum memiliki hak paten, sehingga mudah sekali dijiplak oleh negara lain.

Para anggota Komunitas Cinta Berkain Indonesia ikut berdendang bersama

“Harusnya pemerintah memberikan kemudahan dalam pendaftaran hak paten dan berbiaya murah sehingga semakin banyak kain-kain nusantara yang dipatenkan,” imbuh Otty.

Dia mencontohkan motif batik Mega Mendung sudah dipakai oleh produk fashion dari Perancis. “Pemerintah harus punya aware terhadap kain-kain nusantara. Jangan dibiarkan begitu saja. Padahal, dari sisi motif dan corak luar biasa indah,” seru Otty. (RN)