Jakarta, innews.co.id – Konferensi Wilayah (Konferwil) Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam tak luput digugat oleh Tim Advokat PPAT Peduli Organisasi IPPAT.

Berkas perkara telah didaftarkan di Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (18/12) lalu.

Beberapa pihak yang digugat yakni, Dr. Habib Adjie, SH., M.Hum (Tergugat I), Julius Purnawan, SH., MSi (Tergugat II), Priyatno, SH (Tergugat III), Firman Saputra, SH (Tergugat IV), Ismuha Amin, SH (Tergugat V), dan Bukhari Muhammad, SH (Tergugat VI).

Disebutkan pula, melarang para tergugat melakukan perbuatan-perbuatan atau kegiatan-kegiatan yang mengatasnamakan perkumpulan IPPAT.

Selain itu, melakukan sita jaminan (conservatoir beslag) terhadap sebidang tanah dan bangunan yang terletak di Jl. Tgk. Chik Ditiro No. 107, Simpang Surabaya, Banda Aceh, dan juga sebidang tanah dan bangunan yang terletak di Jl. Rantau No. 75, Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, serta sebidang tanah dan bangunan yang terletak di Jl. Sukaramai, Kota Lhoksemawe, Provinsi Aceh.

Ini merupakan gugatan ke-10 yang dilayangkan oleh Tim Advokat PPAT Peduli Organisasi IPPAT. Pawai gugatan kian semarak, bahkan sudah bisa diusulkan masuk MURI sebagai organisasi yang paling banyak di gugat. (RN)