Jakarta, innews.co.id – Ruangan di Balai Sarbini terasa sesak dipadati oleh para pendeta dan jemaat Gereja Protestan Indonesia bagian Barat (GPIB) yang tengah merayakan hari ulang tahun ke-70, di Balai Sarbini, Plaza Semanggi, Jakarta, Jumat (9/10).

Sejak sore hari, umat mulai berdatangan untuk bersama menyaksikan Konser Damai yang terbilang unik dan seru ini. Meski sebelumnya Jakarta diguyur hujan cukup lebat, namun tidak menyurutkan semangat umat untuk hadir.

Penampilan sejumlah artis lintas iman membuat suasana konser damai begitu menyejukkan. Apalagi penampilan Paduan Suara Nahdlatul Ulama yang begitu harmonis, bikin suasana kian haru.

Beberapa pendeta yang hadir mengaku terharu dengan konser ini. “Kalau saja kedamaian seperti ini bisa tercipta di keseharian, betapa indahnya hidup ditengah bangsa ini,” ucap mereka bersepakat.

Bukan hanya aura sukacita yang mengemuka pada acara tersebut, namun suasana damai begitu membekas dan kesejukan pun dapat dirasakan. Tembok-tembok yang selama ini ada sepertinya luluh lantak dengan kebersamaan serta keharmonisan sebagai sesama anak bangsa.

Menurut Pendeta Kariso Rumambi Ketua Umum Sinode GPIB, konser damai ini menjadi cermin GPIB bukan saja cinta damai, tapi juga mendorong terciptanya harmonisasi di tengah bangsa.

Hal senada dikatakan Tony Wenas Ketua Panitia HUT GPIB ke-70, “GPIB terus mendorong terciptanya harmonisasi, tidak saja secara internal, tapi juga meluas secara nasional. Ini menjadi komitmen GPIB terus ke depannya”.

Sejumlah artis lintas iman turut meramaikan Konser Damai ini di antaranya, Dewi Gita, Once, Eka Deli, Ruth Sahanaya, Angel Pieterz, serta sejumlah tari-tarian mulai dari Aceh sampai Papua. Juga akan ditampilkan Paduan Suara dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Sehari sebelumnya diadakan seminar yang berguna mempertajam pemahaman warga GPIB tentang pentingnya membangun spiritualitas damai dari dalam dirinya yang berbasiskan nilai-nilai ke-Kristenan dan kearifan lokal. Turut hadir sebagai pembicara pada seminar ini Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan.

Tema yang diangkatbpada Perayaan 70 tahun GPIB ini adalah “Membangun Spiritualitas Damai yang Menciptakan Pendamai” dan subtema GPIB Damai Untuk Indonesia Damai.

Kiranya damai yang dientaskan oleh GPIB lewat konser ini akan terus membumi di persada tercinta.

GPIB adalah salah satu organisasi gereja protestan di Indonesia yang berdiri sejak 1948, tersebar di 26 provinsi di Indonesia dengan 323 jemaat. Sebaran wilayah pelayanan GPIB sampai ke pedalaman, termasuk di daerah-daerah perbatasan. (RN)