Pekalongan, innews.co.id – Sebagai salah satu koperasi terbesar di Tanah Air, Kospin Jaya menargetkan kepemilikan aset mencapai Rp9,3 triliun.

Tentu banyak tantangan yang dihadapi, namun dengan pengalaman dan keprofesionalitasannya, Kospin Jaya yakin mampu mencapai target tersebut.

Hal itu disampaikan Ketua Pengurus Kospin Jasa Andi Arslan Djunaid dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-45 Kospin Jasa di Pekalongan, Sabtu (16/3).

Menurut Andi, sepanjang tahun 2018, Kospin jasa menghadapi banyak tantangan, di antaranya kondisi ekonomi nasional sedang mengalami perlambatan, Pilkada tahun 2018, bencana alam di berbagai daerah yang juga menjadi kantor layanan Kospin Jasa, serta perkembangan ekonomi global yang sempat membuat nilai rupiah merosot. 

Faktor-faktor tersebut, lanjut Andi, membuat kinerja keuangan Kospin Jasa tahun buku 2018 tidak mencapai target walau tetap mengalami pertumbuhan.  

Pada layanan konvensional aset tumbuh 4,12 persen dari Rp6,4 triliun naik menjadi Rp6,69 triliun. Simpanan sebesar Rp4,7 triliun dari tahun 2017 yang besarnya Rp5,7 triliun. Adapun pinjaman tumbuh 0,8 persen dari Rp3,91 triliun tahun 2017 menjadi Rp3,94 triliun.  

Kinerja layanan syariah terdiri dari aset mencapai Rp1,61 triliun naik 4,81 persen dari Rp1,53 triliun tahun 2017. Simpanan  tahun 2018 mencapai Rp1,56 triliun  naik dari Rp 1,489 triliun tahun 2017 atau tumbuh 4,9 persen. Pembiayaan tumbuh 5,36 persen dari Rp1,51 triliun menjadi Rp1,59 triliun.  

“Meski target secara umum tidak tercapai, kami berhasil mencapai SHU yang lebih tinggi untuk tahun 2018,” ujar Andi.

Tahun 2017, SHU yang dibagikan sebesar 13 persen dan tahun 2018 menjadi 17,8 persen atau Rp35 miliar. Naiknya SHU tersebut didorong berbagai efisiensi biaya yang diterapkan koperasi.  

Andi optimistis kinerja keuangan Kospin Jasa tahun 2019 akan mengalami peningkatan. Hanya saja pertumbuhan terjadi jika Pilpres dan Pemilu tahun ini berjalan lancar.  

“Kami menargetkan aset kumulatif Kospin Jasa tumbuh menjadi Rp9,3 triliun,” kata Andi.  

Ditengah situasi ekonomi yang tidak menentu,  Andi mengatakan partisipasi dan loyalitas anggota menjadi sumber ketahanan dan eksistensi Kospin Jasa. (RN)