Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd., tampil sebagai narasumber pada Forum Nasional

Padang, innews.co.id – Pencapaian Sustainable Development Goals atau SDGs menjadi target yang kini diupayakan oleh Kongres Wanita Indonesia (Kowani) dalam hal pemberdayaan perempuan dan anak, termasuk di dalamnya soal kampanye kesetaraan gender dan menyiapkan perempuan dan anak perempuan dalam memperoleh akses yang sama terhadap pendidikan yang berkualitas, pekerjaan yang layak, pengambilan keputusan politik-ekonomi, dan kesehatan.

Hal ini secara lugas disampaikan DR. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, MPd., Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) dalam diskusi bertema “Peran dan Upaya Kowani Dalam Meningkatkan Mutu Pelayanan KIA” yang diadakan oleh Universitas Fort De Kock, Bukittinggi dengan Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) FKKMK UGM berkaitan dengan Indonesian Healthcare Quality Network (IHQN), di Hotel Novotel, Bukittinggi, Padang, Sumatera Barat, 19-20 November 2019.

Dalam hal ini, kata Giwo, Kowani melakukan komitmen, sinergi, dan kerjasama dengan lembaga pemerintah, serta para stakeholders lainnya. Kowani juga melaksanakan kerjasama dengan Kementrian PPPA dengan menerbitkan buku percepatan penurunan angka kematian ibu yang telah dibagikan kepada para anggota dan untuk dapat disosialisasikan kepada seluruh anggota Kowani.

Selain itu, dalam rangka menjamin keluarga dalam menjalankan fungsinya, Kowani menjalin kemitraan dengan berbagai pihak seperti dengan Kementerian Kesehatan, melalui program PHBS dan GERMAS. Sejak 2015, Kowani secara intens telah melakukan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) PHBS dan selfcare sejak 2016. Kowani memberikan dukungan dalam meningkatkan pendapatan keluarga mencapai kesehatan dan gizi yang optimal

Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd., tengah memberikan sambutan dalam diskusi bertema “Peran dan Upaya Kowani Dalam Meningkatkan Mutu Pelayanan KIA” yang diadakan oleh Universitas Fort De Kock, Bukittinggi dengan Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) FKKMK UGM berkaitan dengan Indonesian Healthcare Quality Network (IHQN), di Hotel Novotel, Bukittinggi, Padang, Sumatera Barat, 19-20 November 2019

Ada juga kemitraan dengan BPOM untuk kualitas dan keamanan pangan, dengan BNN dalam menyiapkan generasi penerus agar memiliki daya tahan menangkal penyalahgunaan narkotika dan paham berbahaya yang mengancam kehidupan berbangsa dengan mengedepankan upaya preventif dan promotif seimbang.

Melalui pelaksanaan Kowani Fair yang telah dilaksanakan sejak tahun 2000, Kowani berupaya meningkatkan kesejahteraan perempuan melalui pemberdayaan ekonomi. Peningkatan perekonomian perempuan akan berdampak pada kesehatan keluarga. Sebab dengan perekonomian yang baik, maka perempuan/ibu akan dapat memberikan gizi/makanan yang lebih baik, sanitasi yang lebih baik dan juga dapat menyekolahkan anak-anaknya ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi sehingga mereka akan lebih sadar terhadap kesehatan.

Kowani adalah satu-satunya organisasi federasi wanita di Indonesia yang mempunyai permanen status sebagai anggota UN Women dan ECOSOC (Economic and Social Council) serta aktif dalam organisasi internasional seperti National Alliance Council (NAC), Coordinator of Communication di organisasi International Council of Women (ICW), Global White Ribbon Alliance (GWRA), organisasi International yang mempromosikan hak asasi manusia, kesetaraan, perdamaian dan keterlibatan perempuan dalam semua bidang kehidupan, termasuk proteksi sosial, kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan dan kesehatan perempuan dan anak.

Dari sisi pendataan, secara rutin Kowani melakukan updating data dan informasi, bekerjasama dengan pakar, akademisi, dan stakeholders. Terkait kesehatan ibu dan anak dengan bekerjasama dengan Kemenkes, IBI, akademi kebidanan, Puskesmas di seluruh Indonesia, BKOW, dan GOW.

Demikian juga Kowani terus mengupayakan, peningkatan kapasitas perempuan untuk memastikan mereka mampu berperan dalam proses pembangunan, berinovasi, dan best practices yang dapat diperoleh melalui pengalaman dari berbagai wilayah di Indonesia maupun dari berbagai negara di dunia. Secara aktif Kowani terlibat dalam kegiatan tahunan PBB yaitu, CSW (Commision on Status of Women).

Kowani juga melakukan advokasi dalam kaitan perlindungan wanita dan anak dari segala bentuk kekerasan melalui kerjasama dengan para penegak hukum dan pemangku keputusan seperti Komnas Perempuan, Kemenhukham, dan DPR. Juga terus mengawal RUU dan PP yang terkait dengan kesehatan ibu dan anak.

Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd., serukan pemerintah gandeng KOWANI implementasi program ke masyarakat

Disamping itu, Kowani juga aktif melakukan sosialisasi berkelanjutan pada masyarakat, pelestarian kearifan lokal, intensifikasi media lokal dalam upaya KIE kesehatan ibu dan anak.

Kowani melakukan upaya penguatan kerjasama antar multi-stakeholders, menggalakkan upaya promotif dan preventif terkait kesehatan ibu dan anak yang diinisiasi sejak tahun 1973 hingga sekarang.

Menurut Giwo, perlu revolusi mental yang dimulai dari diri sendiri, keluarga, dan masyarakat. “Sangatlah penting bagi perempuan untuk mengerti dan memiliki kesadaran akan selfcare, mengacu pada kegiatan yang dilakukan oleh individu, keluarga maupun masyarakat dengan tujuan meningkatkan kesehatan, mencegah penyakit, mengurangi terjadinya penyakit, serta berdaya memulihkan kesehatan diri sendiri serta anak-anaknya,” urai Giwo.

Salah satu organisasi dibawah naungan Kowani, Pita Putih Indonesia (PPI) telah melakukan advokasi dan sosialisasi selfcare terkait PHBS dan KIBBLA dan telah tertuang dalam Deklarasi Jogjakarta 2018.

Untuk pencapaian tersebut, maka motto Perempuan Harus Cerdas, yang meliputi cerdas kodrati (tahu ada kodrat yang berbeda antara laki-laki dan perempuan), cerdas tradisi (tahu memilah tradisi buatan manusia yang bias gender, yang merugikan perempuan), cerdas sosial (tahu tata pergaulan sosial yang membangun karakter) dan cerdas profesi (hak memilih profesi yang menjadi dambaan setiap orang) dalam upaya membangun generasi penerus bangsa yang berkualitas.

Menurut Giwo, perempuan harus dapat berpikir ‘out of the box’, yang inovatif dan dapat mengatasi problem masa depan yang jauh lebih beragam dan tidak biasa-biasa saja. Perempuan cerdas dapat menjadi agen perubahan.

Giwo Rubianto menegaskan, bahwa untuk meningkatkan mutu pelayanan KIA di Indonesia, maka diperlukan sinergi dari berbagai pihak mulai dari pemerintahan (dengan peningkatan efektivitas dan efisiensi), ditambah dengan optimalisasi peran dan mobilisasi sumber daya swasta, organisasi/komunitas, individu serta donor, masyarakat madani dan kelompok masyarakat.

“Kowani juga senantiasa membangun dan memperkuat akuntabilitas, transparansi program dan dana, bersinergi dengan pemerintah, swasta, dan donor untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan ibu dan anak,” tukasnya.

Giwo mengajak semua pihak untuk mendukung optimalisasi kesehatan ibu dan anak (KIA). “Terus tingkatkan kualitas diri dengan berkarya, memperluas wawasan dan mengembangkan jaringan, melatih serta meningkatkan potensi dan kapasitas diri perempuan tanpa mengurangi kodratnya sebagai seorang ibu ataupun istri, menuju Indonesia yang lebih maju,” pungkas Giwo. (RN)