Jakarta, innews.co.id – Dalam rangka menyerap masukan yang akan digunakan dalam temu Nasional di Yogyakarta, 12 September mendatang, Kongres Wanita Indonesia (Kowani) mengadakan Diskusi Publik bertajuk “90 Tahun Perjuangan Perempuan Indonesia Menjadi Ibu Bangsa Sejati Dalam Rangka Mewujudkan Indonesia Raya” di Ruang Kartini Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Rabu (11/7).

Tampil sebagai pembicara Dra Sjamsiah Ahmad MA, Dr Ir Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd., dan Prof Dr Siti Zuhro, MA.

Usai acara Giwo Rubianto yang juga Ketua Umum DPP Kowani mengatakan, wanita Indonesia punya potensi besar untuk menunjukkan karya nyata bagi bangsa dan negara. Sejatinya itu sudah dijalani sebelum kemerdekaan.

Di masa sekarang ini, lanjut Giwo, para wanita bisa mengambil peran, bukan saja dalam hal mencetak generasi bangsa yang unggul, tapi juga penopang ekonomi bangsa.

Hal itu dibuktikan di mana 60 persen pelaku UMKM adalah kaum wanita. Hanya saja memang, para wanita perlu disupport lebih lagi agak bisa menampilkan potensi yang ada dalam dirinya.

Giwo berharap para wanita mau lebih membuka diri untuk berperan serta aktif dalam pembangunan.

“Peran sebagai Ibu Bangsa Sejati mutlak dilakukan oleh para wanita Indonesia. Kowani akan terus mendorong hal tersebut,” tandas Giwo.

Sementara itu Lia Tono Suratman Ketua Panitia mengatakan, rekomendasi dari acara ini akan menjadi bahan yang akan dibawa pada Temu Nasional di Yogyakarta.

“Acara ini juga merupakan peringatan 90 tahun kehadiran Kowani di Indonesia. Kowani terus memperjuangkan eksistensi wanita di Indonesia,” kata Lia.

Kowani merupakan federasi organisasi wanita tertua dan terbesar di Indonesia yang memiliki lebih dari 90 organisasi wanita di tingkat pusat.

Saat ini, Kowani menangani sejumlah masalah untuk mengevaluasi potensi dan mengembangkan wanita dan anak-anak Indonesia.

Action utama Kowani adalah memperjuangkan hak dan kesetaraan perempuan di berbagai bidang seperti pendidikan, ekonomi, kesehatan, hukum, dan lingkungan hidup.

Di level internasional, Kowani berpartisipasi aktif dengan bergabung dalam organisasi ICW, ACWO, dan telah mendapat pengakuan dari PBB UN-ECOSOC. (RN)