Giwo Rubianto Wiyogo saat mengikuti Sidang CSW 62 di New York, USA (Dok. Pribadi)

New York, innews.co.id – Indonesia bakal menjadi tuan rumah penyelenggaraan event kelas dunia General Assembly International Council of Women (GA ICW) ke-35 yang rencananya akan diadakan di Yogyakarta, 13-18 September 2018 nanti.

Kepastian itu disampaikan Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) di sela-sela Sidang Commision on the Status of Women (CSW) 62 di New York, Amerika Serikat, (14/3).

Menurut Giwo, ini menjadi sebuah kepercayaan besar kepada Indonesia untuk bisa mengadakan acara akbar seperti GA ICW. Oleh karena itu, Kowani yang bertindak selaku tuan rumah selama mengikuti persidangan di New York gencar melakukan sosialisasi dan komunikasi dengan para peserta dari berbagai negara mengenai acara tersebut. Harapannya tentu akan semakin banyak peserta luar negeri yang hadir.

Hebohnya lagi, saat pembukaan Sidang CSW 62, seluruh delegasi Kowani kompak mengenakan pakaian batik sebagai ciri khas Indonesia. Pakaian serupa juga dikenakan dalam beberapa acara lain. Para peserta dari negara lain tak mampu menyembunyikan kekagumannya kepada delegasi Kowani ini.

“Selama di Amerika Serikat, kami terus memperkenalkan budaya dan pariwisata Indonesia kepada semua peserta. Kami ceritakan betapa indahnya alam Indonesia dan betapa menariknya ragam budaya di negara kita,” kata Giwo. Respon positif datang dari para peserta. Tidak sedikit dari mereka yang ingin datang ke Indonesia.

Begitu juga, lanjut Giwo, ia bersama rekan-rekan Kowani mensosialisasikan soal Yogyakarta sebagai tempat penyelenggaraan GA ICW ke-35. “Mereka antusias dengan acara tersebut dan berkeinginan untuk hadir,” kata Giwo.

Dijelaskan Giwo, rencananya nanti ada lebih dari 1.000 wanita dari seluruh dunia yang akan menghadiri GA ICW. Dan nantinya akan dibahas tiga tema dari 17 point SDGs, yakni Growing Country, Healthy Country, dan Cleaner Country. Akan tampil sebagai pembicara adalah para menteri yang berkaitan dengan tema-tema di atas.

Dalam acara tersebut juga akan dibuatkan Deklarasi Pemberdayaan Perempuan. Pada pembukaan GA ICW, tambah Giwo, Presiden National Council of Women (NCW) Indonesia Dr. Ir Giwo Rubianto Wiyogo selaku tuan rumah akan menyampaikan laporan dan deklarasi kepada Presiden RI. “Karena itu sepulang dari sini (USA, red) kami akan sowan ke Presiden Joko Widodo. Selain melaporkan kegiatan selama Sidang CSW 62, kami juga akan menyampaikan bahwa Yogyakarta menjadi tuan rumah GA ICW ke-35, sekaligus meminta Presiden Jokowi untuk sedia membuka acara tersebut,” kata Giwo.

Di Yogyakarta nanti, pembukaan rencananya akan diadakan di Royal Ambarukmo dan untuk acara-acara meeting akan diadakan di Hotel Garuda atau Inna Hotel. Kami juga mengundang perwakilan dari UN Women untuk dapat hadir di Yogyakarta nanti.

Giwo menjelaskan ICW merupakan International Council of Women, sebuah organisasi perempuan yang didirikan pada tahun 1888. “Bisa dikatakan ini perkumpulan kowani-kowani se-dunia. Mereka yang bergabung terdiri dari NCW-NCW dari seluruh dunia,” jelas dia.

Pada acara Sidang CSW 62 di New York ini, sejumlah pengurus Kowani yang ikut dalam rombongan Persidangan CSW 62 mendampingi Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo di antaranya: Uli Herdianti Silalahi (Ketua Bidang HLN), Heryana Hutabarat (Ketua Bidang Humas), Tantri Djatmika, Lisye Sinulingga, Sharmila, Heni, Mediasti Sutopo, Ani Budiarti (Bidang Hukum), Prof Reni Akbar, Retno, Prosidawaty Tarigan, dan Sylvia Mogot de Winter. (RN)