Yogyakarta, innews.co.id – Satu hal menarik yang kini menjadi perbincangan hangat–khususnya di kalangan kaum perempuan Indonesia adalah sikap tegas Kongres Wanita Indonesia (Kowani).

Melalui Ketua Umumnya Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd., kaum perempuan Indonesia menolak istilah ‘emak-emak’.

“Kami, kaum perempuan Indonesia adalah Ibu Bangsa Sejati, bukan ‘emak-emak’ yang memiliki konotasi hanya punya lingkup hidup domestik. Padahal, perempuan Indonesia masa kini kiprahnya sudah mendunia,” ujar Giwo Rubianto.

Pernyataan Giwo Rubianto ini disampaikan dalam sambutannya dihadapan Presiden Joko Widodo dalam acara Pembukaan Temu Nasional Seribu Perempuan Indonesia dan General Assembly ke-35 International Council of Women (ICW) di Yogyakarta, Jumat (14/9).

Menurut Giwo, derajat perempuan itu tinggi sekali sebagai Ibu Bangsa yang punya tanggung jawab penuh mencetak generasi bangsa yang unggul.

Suasana riuh redam saat Presiden Jokowi akanmeningglkan tempat acara Temu Nasional Seribu Perempuan di Yogyakarta

“Kami perempuan Indonesia menolak hanya disebut ‘emak-emak’. Kami Ibu Bangsa dengan multitasking yang punya peran besar di bangsa ini,” tegasnya.

Ucapan Giwo sekaligus mencounter istilah yang muncul akhir-akhir ini.

Ditambahkannya, perempuan Indonesia sudah memiliki konsep tentang ibu bangsa sejak 1953.

“Saya tidak setuju dengan istilah emak-emak,” katanya lagi.

Giwo lanjut menjelaskan, konsep tentang perempuan Indonesia sehingga lahir terminologi ibu bangsa yang dirumuskan sejak Indonesia belum merdeka.

“Jadi tak ada istilah power of emak-emak, sorry ya?” ujar Giwo yang disambut riuh 2.050 perempuan yang hadir dalam acara itu.

Giwo kembali menegaskan, Kowani sebagai organisasi perempuan tertua di Indonesia yang saat ini anggotanya sudah lebih dari 60 juta perempuan di Indonesia.

Mendapat protes penggunaan istilah emak-emak itu, Presiden Jokowi menanggapi, “Saya setuju pernyataan Bu Giwo soal emak-emak itu. Perempuan Indonesia adalah Ibu Bangsa,” kata Jokowi yang diaminkan oleh seluruh perempuan yang hadir. (RN)