Jakarta, innews.co.id – Sejak awal kemerdekaan, pengaturan lalu lintas udara (FIR/Flight Information Region) di wilayah Natuna, Kepulauan Riau, dikontrol oleh Singapura.

Pada 2015, Presiden Joko Widodo telah meminta agar FIR tersebut diambilalih oleh Indonesia.

Hal ini dikatakan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Yuyu Sutisna, SE., MM., dalam Kuliah Umum di STT REM, Kelapa Gading, Jakarta, Kamis (10/1/2019).

“Sampai saat ini kami masih berupaya agar FIR wilayah Kepri yang masih dikuasai tersebut, yakni ruang udara Batam, Tanjungpinang, Karimun hingga Natuna bisa diambil alih pada 2019 mendatang,” kata Yuyu Sutisna di acara yang diprakarsai oleh Conrad Supit Center ini.

KSAU menambahkan, daerah-daerah di wilayah Kepri tersebut masuk dalam ruang udara Blok ABC.

Dampak dari penguasaan FIR tersebut, kata KSAU, aktivitas penerbangan di Bandara Hang Nadim Batam maupun bandara yang masuk dalam Blok ABC harus menunggu pemberitahuan (izin) take-off clearance selain dari ATC Batam juga dari ATC Singapura.

Untuk menunjang pengambilalihan FIR tersebut, TNI AU membangun sistem keamanan di Batam.

Menurut Yuyu, ia tidak sekadar mengambil alih kendali wilayah (ruang udara Batam, Tanjungpinang dan Karimun hingga Natuna) tersebut, tetapi juga harus mampu menjamin keamanannya. Salah satunya menempatkan pesawat TNI AU dan membangun pangkalan untuk memantau situasi keamanan di ruang udara tersebut.

Saat ini, pengambilalihan FIR sedang berproses yang diketuai oleh Menko Kemaritiman. Sesuai amanat UU Penerbangan No 1 Tahun 2009, FIR harus diambil alih dari Singapura pada tahun 2024.

Namun, Presiden memerintahkan agar pengambilalihan dipercepat yakni pada tahun 2019. Hal ini sesuai perintah Presiden RI melalui Instruksi Presiden pada 18 September 2015.

“Semua tim sudah bergerak. Harapan kami agar pengambilalihan ini sesuai dengan rencana termasuk sebagian wilayah Pekanbaru dari tangan Singapura,” katanya.

TNI AU akan membangun pangkalan kecil di Bandara Hang Nadim Batam. Tepatnya di sekitar ujung landasan Bandara Hang Nadim Batam.

Rencananya, TNI AU akan menempatkan satu flight, yakni empat pesawat tempur di pangkalan tersebut.

Adapun jenis pesawatnya, bisa saja Sukhoi, F16, T50, atau Hawk. Selain pesawat, TNI AU juga akan menempatkan satu komandan pangkalan untuk mengkoordinir kendali penerbangan di wilayah tersebut.

Singapura mulai menguasai ruang udara di sejumlah wilayah di Kepri sejak tahun 1946. Saat itu Singapura berada di bawah jajahan Inggris.

Sehingga, Singapura memiliki peralatan navigasi yang memadai untuk mengatur lalu lintas pesawat di Singapura, termasuk di Kepri.

Saat ini Indonesia memiliki 2 FIR yakni FIR Jakarta dan FIR Ujungpandang. (RN)