Pangkalpinang, innews.co.id – Survei menunjukkan, 83 persen sumber daya manusia (SDM) sektor UMKM Indonesia berpendidikan SMP ke bawah, sementara di sektor koperasi, anggota dan pengelolanya umumnya orang-orang ‘sepuh’ (tua).

Oleh karena itu, diperlukan peningkatan SDM dan kaderisasi guna memastikan UMKM dan Koperasi berdaya saing tinggi.

Hal tersebut dikatakan Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, Prof Rulli Indrawan pada acara Rakornas Bidang Koperasi dan UMKM 2019 di Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, akhir pekan lalu.

Menurutnya, tantangan koperasi dan UMKM ke depan khususnya dalam menghadapi era digitalisasi atau era industri 4.0 semakin berat.

Untuk itu, kata dia, pemerintah dalam hal ini Kementerian Koperasi dan UKM melalui Deputi Pengembangan SDM dan deputi terkait lainnya terus berupaya untuk mengatatasi masalah tersebut. Upaya-upaya itu di antaranya dengan melakukan berbagai pelatihan, dan bimbingan teknis (bimtek) yang digelar di hampir seluruh daerah.

Dalam melakukan pelatihan dan Bimtek, Kemenkop tidak melakukan sendiri, tetapi dibantu Dekopin (Dewan Koperasi Indonesia) melalui Lapenkop (Lembaga Pendidikan Perkoperasian). “Setiap tahun tak kurang 300 pelatihan dilaksanakan di hampir seluruh daerah di tanah air,” ungkap Prof Rulli.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi bidang Pengembangan SDM Kemenkop dan UKM, Rully Nuryanto mengakui bahwa ada dua masalah utama terkait dengan kualitas SDM koperasi dan UKM.

“Kami ingin ciptakan atau mewujudkan SDM koperasi maupun UMKM yang produktif dan mampu berperan dalam perekonomian dan peningkatan daya saing bangsa,” ujar Rulli.

Setidaknya, ada 3 sasaran yang harus dicapai dalam mencapai hal tersebut, yakni dengan meningkatkan koperasi aktif, peningkatan penyerapan tenaga kerja KUMKM, dan peningkatan jumlah kewirausahaan nasional.

Menurut dia, strategi untuk mencapai hal tersebut, di antaranya peningkatan kualitas dan kuantitas Diklat bagi KUMKM, pengembangan pelatihan vokasional bagi SDM koperasi dan UMKM, penumbuhan dan pengembangan kewirausahaan, peningkatan kapasitas aparatur pembina KUMKM, dan meningkatkan literasi SDM KUMKM di era revolusi industri 4.0.

Terkait dengan penumbuhan dan pengembangan kewirausahaan,Asisten Deputi Pengembangan Kewirausahaan Kemenkop dan UKM, Budi Mustopo mengatakan, saat ini Kemenkop dan UKM telah ditunjuk sebagai koordinator kewirausahaan nasional untuk 7 kementerian dan lembaga (K/L) yang memiliki program kewirausahaan nasional. (RN)