Mujianto dan David

Jakarta, innews.co.id – Perjalanan kasus dugaan penipuan yang menimpa pengusaha dan Ketua Buddha Tzu Chi Sumatera Utara Mujianto masih belum berujung. Bahkan kabarnya, pihak Mujianto melaporkan Ir. Rosihan Anwar ke Bareskrim. Guna mengetahui lebih jelas mengenai masalah ini, innews mewawancarai kuasa hukum PT Bungasari Flour Mills Indonesia (BFMI) Mochamad Hanza Ilma, SH., mengenai masalah tersebut.

Menurut Ilma, proses jual beli tanah yang berlokasi di sebelah tol Belmera Belawan Bahari, Sumut, antara PT BFMI dengan Mujianto berlangsung dari tahun 2013 dan pada 2017 sudah selesai. Bahkan, sudah dibalik tanah atas nama BFMI.

Diakuinya, dari awal disepakati pengurukan tanah menggunakan pasir, meski tidak dijelaskan spesifik apakah menggunakan pasir laut atau bukan. Dan, pihak BFMI membayar pembelian tanah ke Mujianto berdasarkan progres level pengurukan yang dilakukan.

“Namun dikarenakan informasi pengurukan dengan pasir selalu tergerus dan tidak dapat mencapai level pengurukan yang diinginkan, maka diganti dengan menggunakan tanah. Perubahan tersebut kemudian dituangkan dalam Amandemen Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB). “Jadi, PPJB semula memang menggunakan pasir,” kata Ilma.

Laporan mengenai pengurukan diberikan oleh penjual tanah. “BFMI selaku pembeli tanah hanya mendapat informasi progress pengurukan dari penjual,” jelasnya.

Dikatakannya, pihak BFMI sudah menyelesaikan keseluruhan kewajiban selaku pembeli sesuai perjanjian yang ada. “Dalam perjanjian ada termin-termin pembayaran yang sudah disepakati oleh pembeli dan penjual. Dan itu dijalankan dengan baik,” tambah Ilma.

Ilma menepis tudingan bahwa ada kongkalikong antara kuasa hukum BFMI dengan pihak Rosihan Anwar cs seperti rumor yang banyak beredar. “Kami hanya sebagai pembeli yang beritikad baik. Tidak pernah ada kongkalikong atau persengkongkolan dengan siapa pun,” tegasnya.

Bicara tentang kasus hukum yang mendera Mujianto, Ilma mengatakan, “Kami berharap permasalahan yang dihadapi Pak Mujianto bisa segera selesai dengan baik karena beliau selaku pengusaha pastinya terganggu dengan hal tersebut”. (BT)