Tangerang Selatan, innews.co.id – Sejatinya, tiap insan dilahirkan berbeda. Dan perbedaan adalah anugerah terindah Sang Pencipta yang harus disyukuri, dipelihara, serta menjadi modal kuat membangun bangsa.

Hal ini terjawantahkan dari sosok Otty Hari Chandra Ubayani, SH., MKn., MH., bersama rombongan berbagi kasih dengan anak-anak Panti Asuhan dan Jompo Pniel yang berada di Jl. Masjid Al Barokah, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Jum’at (4/1/2019).

Otty secara khusus datangi kamar seorang Oma untuk memberikan bingkisan Natal di Panti Jompo Pniel, Jumat (4/1/2019)

“Saya mengasihi anak-anak, oma-opa di panti ini. Tentu saya selalu rindu untuk hadir di sini,” ungkap Otty saat memberi sambutan di hadapan puluhan anak-anak dan oma-opa. Terlihat betapa Otty pun dekat di hati para penghuni panti. Bahkan, secara khusus Otty masuk ke kamar seorang Oma yang sedang tertidur untuk memberikan bingkisan Natal.

Sebagai seorang Muslim, Otty melihat perbedaan itu adalah keniscayaan untuk menghadirkan kekuatan.

Rombongan lantunkan sebuah lagu manis di Panti Pniel, Jumat (4/1/2019)

“Tidak perlu melihat perbedaan, tapi mari kita bersama-sama, saling berbagi, dan menaruh rasa cinta seorang dengan yang lain,” ujar Otty.

Menurutnya, bukankah dalam Islam juga diajarkan bahwa kita harus mengasihi saudara-saudara kita yang berbeda? “Islam itu inklusif. Mampu menterjemahkan nilai-nilainya kepada sesama manusia,” ujarnya.

Otty bagikan langsung bingkisan Natal – Tahun Baru kepada Oma-Opa di Panti Pniel, Jumat (4/1/2019)

Bagi Otty, perbedaan hendaknya tidak melahirkan sekat. Tapi kasih cinta kasih telah menepis sekat perbedaan.

Sementara itu Au yang mewakili pengurus panti saat menerima rombongan begitu mengagumi

Persembahan lagu dari anak-anak Panti Asuhan Pniel, Jumat (4/1/2019)

“Ini untuk kesekian kalinya Bu Otty datang dan merayakan Natal – Tahun Baru dengan segenap penghuni panti. Kalau saja, seluruh rakyat Indonesia memiliki hati seperti Bu Otty, damailah negeri ini,” seru Au.

Pada kesempatan itu, rombongan dihibur dengan lantunan lagu-lagu yang dibawakan oleh anak-anak panti serta oma dan opa. Pun tak kalah seru, rombongan juga mendendangkan lagu yang merupakan lukisan suasana hati yang penuh kebahagiaan dapat berkunjung ke tempat tersebut.

Au membenarkan bahwa Otty kerap datang ke panti itu untuk merayakan Natal bersama. “Biasanya Bu Otty datang tepat di Hari Natal. Tapi kemarin karena beliau ada kunjungan ke Papua, jadi tahun ini agak mundur,” jelasnya.

Rombongan dengan penuh ketulusan berbagi kasih di Panti Pniel, Jumat (4/1/2019)

Rombongan memberikan bingkisan Natal serta sajian makan siang kepada setiap penghuni panti. Dengan penuh semangat rombongan membagikan bingkisan-bingkisan yang diterima dengan penuh sukacita.

Pniel adalah salah satu panti asuhan sekaligus panti jompo Kristiani yang telah berusia tua. Di tempat ini ditampung anak-anak yang menjadi korban kerusuhan di Ambon dan beberapa tempat lain di Indonesia. Anak-anak di sekolahkan, bahkan sampai universitas. Pun warga jompo dirawat dengan baik.

Otty memberi wejangan kepada anak-anak Panti Asuhan Pniel, Jumat (4/1/2019)

Ya, sekat itu telah terhapuskan oleh cinta dan kasih yang tanpa pamrih. Kerelaan dan ketulusan dalam bingkai kesatuan menjadi kunci membangun negeri ini. (RN)