Bekasi, innews.co.id – Bila saja pemerintah care terhadap rakyatnya, rasanya wadah Srikandi Untuk Rakyat (SIRA) tidak perlu ada. Namun, kondisi sebaliknya, membuat SIRA hadir untuk membantu masyarakat agar mereka bisa merasa bahwa masih ada kepedulian lewat tangan-tangan kecil berjiwa sosial.

Kondisi mengenaskan menjadi pemandangan tatkala personil SIRA, di mana didalamnya bersemayam kaum perempuan berkelas yang dengan penuh kerelaan turun ke pasar-pasar, menyapa masyarakat dan memberikan bantuan kepada masyarakat.

Seperti yang terjadi pada kunjungan ke Pasar Kranji Baru, Bintara, Bekasi Barat, Jumat (2/11). Sejumlah anggota SIRA, menyapa para pedagang dan tukang becak yang mangkal di sekitar pasar.

Ini merupakan kunjungan yang kesekian kalinya. Sebelumnya, SIRA juga telah menyambangi Pasar Depok Jaya, Depok, Sabtu (27/10), dan Pasar Ular Lama, Plumpang, Jakarta Utara, Jumat (19/10).

Saat sederet kendaraan yang membawa rombongan SIRA tiba di Pasar Kranji, langsung diserbu oleh para pedagang yang berada di depan. Mereka seperti haus akan perhatian yang mungkin selama ini kurang diberikan.

Tak heran, ketika ratusan nasi boks diturunkan, masyarakat berebut membantu membawakan. Pemandangan ini melahirkan keharuan dalam hati para personil SIRA.

“Kita bisa melihat betapa antusiasnya sambutan masyarakat. Kami senang, sekaligus sedih. Senang karena lihat penyambutan yang luar biasa. Sedih, melihat realitas masyarakat yang rindu diayomi oleh pemimpin yang benar-benar pro rakyat” kata Nina Rozalinda Ramschie Ketua Umum SIRA yang ikut terjun ke Pasar Kranji.

Dikatakannya, apa yang diberikan tidaklah seberapa, namun perhatian itu yang lebih penting. Sentuhan kemanusiaan (human touch) menjadi harapan yang menggurita dalam hati masyarakat.

Pada kesempatan itu Nina yang juga dikenal sebagai desainer ini juga masuk ke dalam pasar. Para pengurus SIRA menyempatkan diri berbincang-bincang dengan sejumlah pedagang serta berbelanja sayuran dan lainnya.

Kepada para pedagang Nina menyampaikan, menciptakan pasar yang bersih, tertata rapih serta aman menjadi tanggung jawab pemerintah. Pun menjadi kewajiban para pedagang.

Hanya saja, masih kata Nina, melihat kondisi Pasar Kranji, nampaknya pemerintah setempat kurang aware.

“Kita butuh pemimpin yang sanggup memberikan kenyamanan kepada segenap rakyatnya. Karena itu, kita butuh perubahan, bukan tenggelam pada kondisi yang ada,” ujarnya.

Di akhir kunjungan, para personil SIRA, di antaranya Nina, Rere, Olly, Maria, Hariyani, Dita, dan lainnya, mengharapkan masyarakat bersabar menunggu perubahan itu datang pasca Pilpres 2019 nanti. (RN)