Rombongan Dantara bersama dr. Lie Dharmawan

Jakarta, innews.co.id – Sejumlah personil DANTARA ( Damai Nusantaraku) mengunjungi RS Apung Dr. Lie Dharmawan yang kebetulan lagi bersandar di belakang Baywalk Mall Pluit. RS Apung tidak bisa sandar sampai ke pinggir, karena itu dijemput dengan speedboat menuju kapal. Rombongan Dantara yang dipimpin langsung Putri Simorangkir ini diterima langsung oleh pria bernama lengkap dr. Lie Agustinus Dharmawan, Ph.D, Sp.B, Sp.BTKV., ini.

Putri menyatakan kekagumannya melihat RS Apung yang telah memiliki sarana dan prasarana medis yang cukup lengkap. “Seperti mimpi bisa melihat rumah sakit apung yang begitu hebat. Ini wujud ketulusan dalam pelayanan,” kata Putri.

Tim Dantara berada di dalam RS Apung

Menurut Putri, dr. Lie telah menunjukkan dedikasi dan pengabdian terhadap bangsa dan negara yang begitu besar. “Saya rasa sudah sepantasnya negara memberikan penghargaan bintang jasa kepada dr. Lie,” tambah Putri.

Perjalanan Dantara dengan speedboat
Perjalanan tim Dantara yang menyenangkan

Pelayanan dr. Lie menjangkau masyarakat di ujung-ujung kepulauan terpencil di Indonesia Timur. “Ini merupakan panggilan hati dr. Lie sejak puluhan tahun silam. Bersyukur keluarga dr. Lie sangat mensupport pelayanan ini,” kisah Putri menyitir cerita dr. Lie.

Saat ini, RS Apung sudah masuk generasi ke-3. Padahal, sejak awal dibuat, ide ini dianggap kurang waras dan menuai cemoohan dari berbagai pihak.

Pelaksanaan operasi yang dilakukan dr. Lie Dharmawan di RS Apung
Dr. Lie dengan pasien usai dioperasi

Saat ini, RS Apung yang dibuat dari kapal tongkang ini dibangun 3 lantai. Kini, rumah sakit tersebut dilengkapi ruang perawatan, ruang pengobatan gigi, kebidanan, ruang anak-anak, perasatan gigi, laboratorium, dan apotik.

Uniknya, tim dokter serta tenaga medis semuanya relawan, tanpa gaji. “Lebih dari 300-an orang bergantian tugas,” jelas Putri.

Dantara di RS Apung

Dari waktu ke waktu, peralatan-peralatan selalu ditingkatkan dan menyesuaikan perkembangan zaman.

Mengusung motto “Berikan kepada mereka karena mereka membutuhkan pelayanan terbaik, karena mereka adalah orang-orang terkasih Tuhan yang dititipkan oleh Tuhan” ini, dr. Lie tetap menyajikan pelayanan terbaik dengan peralatan canggih.

Putri Simorangkir (kanan) bersama dr. Lie (tengah)

Semua pelayanan di RS Apung gratis, tanpa dipungut satu sen pun. Pasien rawat inap diberikan makan tiga kali perhari plus snack sampai pasien dinyatakan layak untuk rawat jalan. Bahkan pasien yang oleh karena kondisi tertentu mengalami goncangan psychomatic juga disediakan bimbingan ahli untuk itu.

Kapal generasi pertama, rumah pribadi jadi kapal bekas
RS Apung setelah direnovasi
RS Apung generasi ke-3

Dari sisi pendanaan, mengoperasionalkan RS Apung pasti membutuhkan biaya besar. Sekali jalan saja, biaya yang dibutuhkan mencapai ratusan juta rupiah. Namun, kapal ini dengan pertolongan Tuhan bisa berjalan dalam 10 tahun ini.

Tim Dantara melihat kaleidoskop perjalanan RS Apung dari masa ke masa

Dalam sehari rata-rata 2.500 orang per hari yang dilayani oleh RS Apung ini. “Ini merupakan satu-satunya pelayanan RS Apung terlengkap didunia,” pungkas Putri.

RS Apung dalam komunikasi melalui media sosial selalu menggunakan #bersamadoctorShare; #10tahunberbagi; dan #Follow@doctorshare. (RN)