JIBI/Bisnis/Rachman PENYALURAN KREDIT MIKRO Petugas melayani calon nasabah yang membuka rekening di stan Bank BJB pada Pesta Rakyat De Syukron ke-5 2015 di Gedung Sate Bandung, Jawa Barat, Jumat (23/10). PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk. (Bank BJB) akan menyiapkan dana hampir sekitar Rp5 triliun untuk kredit bagi sektor UMKM pada sisa tahun ini sampai tahun depan yang sebagiannya disalurkan melalui skema kerja sama linkage dengan bank perkreditan rakyat.

Bandung, innews.co.id – Seiring dengan kinerja perusahaan yang kian cemerlang dan tingginya rasio kecukupan modal, maka penetapan dividen pay out ratio telah memperhatikan kebutuhan perseroan serta sebagai bentuk apresiasi kepada pemegang saham.

Hal tersebut dikatakan Direktur Utama Bank BJB, Ahmad Irfan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2017 di Bandung, akhir Februari lalu. Pembagian saham yang direstui para pemegang saham perseroan sebesar Rp 875,58 milyar atau 55% dari perolehan laba di 2017.

Pada kesempatan itu juga disampaikan bahwa pada 2017 lalu, Bank BJB membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp 2,05 triliun dengan penguatan NPL (non peforming loan) menjadi sebesar 1,51% dibanding tahun sebelumnya yang sebesar 1,69%. Aset Bank BJB juga tembus menjadi Rp114,98 triliun, dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp 102,32 triliun.

Irfan menjelaskan, “Dana Pihak Ketiga (DPK) yang diperoleh Bank BJB terdapat peningkatan sebesar 11% y-o-y atau mencatat total dana nasabah sebesar Rp 81,61 triliun”.

Dari sisi penyaluran kredit, hingga akhir 2017, jumlah yang disalurkan mencapai Rp 76,4 triliun, naik sebesar 11,14% dibandingkan pada periode yang sama di tahun 2016. Dari semua segmen kredit yang dimiliki, segmen kredit konsumer mengalami pertumbuhan sebesar 6,46%, sekitar Rp 47,1 triliun y-o-y. Selain itu, segmen komersial juga tumbuh sebesar 25,19% menjadi Rp 13,6 triliun.

Pada RUPST tersebut juga diputuskan perubahan Direksi, yakni:

Direktur Utama: Ahmad Irfan

Direktur: Agus Gunawan

Direktur : Fermiyanti

Direktur: Nia Kania

Direktur: Suartini

Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko: Agus Mulyana (RN)