Makassar, innews.co.id – Gerakan Wanita Sejahtera (GWS) harus menjadi pionir dalam memainkan perannya sebagai ‘Ibu Bangsa’ dalam menciptakan generasi yang tangguh, lingkungan yang sehat, serta kemandirian dan stabilitas keluarga sebagai sumbangsih utuh bagi bangsa dan negara.

Hal ini disampaikan secara terbuka oleh Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd., Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat GWS saat melantik pengurus GWS Sulawesi Selatan di Baruga Angin Mamiri, Rumah Jabatan Walikota Makassar, Jumat (10/8).

Lebih jauh Dr Giwo yang juga Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) ini mengatakan, GWS merupakan suatu organisasi kemasyarakatan bagi kaum perempuan Indonesia untuk semua golongan yang bertujuan meningkatkan kesadaran perempuan akan pentingnya suatu pendidikan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta organisasi nirlaba dan tidak berpartai politik.

Lebih jauh Dr. Giwo menjelaskan, GWS didirikan oleh ‘Ibu Bangsa’ di jamannya antara lain Ibu Siti Wahyunah Syahrir, SH dikenal dengan ibu Poppy Syahrir, Ibu Maria Ulfah Subadio, pernah menjabat sebagai menteri sosial, pada era presiden Soekarno, sebagai menteri pertama wanita, Ibu Suzzana Hamdani, pernah menjadi Anggota KNIP (Komite Nasional Indonesia Pusat) dan anggota DPR pada zaman Presiden Soekarno, Ibu Hafifah, tahun 1955 menjadi anggota KNIP (Komite Nasional Indonesia Pusat), pada tahun 1951.

Giwo mengajak para pengurus dan anggota GWS Sulsel untuk bersama-sama, bekerja bergotong royong melalui kerja keras dan kerja cerdas dalam upaya menjadikan wanita-wanita Indonesia sebagai wanita yang sejahtera, mandiri, dan bermanfaat, yang bisa membawa perubahan yang bermanfaat di dalam rumah tangganya, keluarga, lingkungan masyarakat, negara dan bangsa, dan bahkan Insyaallah sampai ke seluruh penjuru dunia.  

Hal ini sesuai dengan mandat dan amanat sebagai ‘Ibu Bangsa’ yang merupakan hasil keputusan kongres Perempuan ke III tahun 1938, dengan tugas embanan yang merupakan kewajiban bagi setiap perempuan Indonesia untuk menyiapkan generasi muda yang kreatif, inovatif, unggul yang sehat jasmani dan rohani, berwawasan kebangsaan serta kokoh dan militan.

Dijelaskan pula GWS masuk sebagai anggota organisasi KOWANI tahun 1956. Salah satu upaya pengurus GWS untuk mensejahterakan anggotanya adalah dengan mendirikan koperasi. Sekarang koperasi itu dikenal dikenal sebagai Koperasi Daya Karya Wanita.   

Hingga kini, Koperasi Daya Karya Wanita masih melakukan kegiatan koperasinya secara tradisional, disamping simpan pinjam juga ada kegiatan jual beli.

Kepada pengurus DPW GWS Sulsel yang baru direvitalisasi, Giwo berharap, bekerjalah dengan jujur disertai doa agar slogan kita bersama GWS kita tingkatkan kesejahteraan perempuan bisa tercapai.

“Besar harapan saya, kegiatan GWS Sulsel dapat segera aktif dalam pembentukan DPC-DPC di pelosok berikut koperasinya karena dengan adanya koperasi dapat menghalau keberadaan rentenir sangat menjerat kaum wanita,” imbuhnya.

Tidak itu saja, Giwo juga berharap, pengurus bisa segera menyusun program, selain membina UMKM juga diisi dengan pendidikan keterampilan, pembentukan laskar narkoba.

Demikian juga kegiatan terkait dengan penurunan angka kematian ibu dan bayi baru lahir, kegiatan penanaman di lahan gundul dan mangrove di pantai, kegiatan ketahanan pangan sesuai kearifan lokal.

Giwo juga meminta pengurus bisa menjalin kerjasama dengan stakeholder, pusat studi wanita setempat, perguruan tinggi, serta dinas-dinas terkait dan dinas lainnya.

“Kepada para pengurus yang baru dilantik, saya tekankan bahwa di dalam menjalankan tugas di organisasi GWS diperlukan adanya ketulusan, keikhlasan, kejujuran dan bekerja disertai doa. Jaga nama baik organisasi dan terus menjalin komunikasi dengan Dewan Pimpinan Pusat GWS. Segeralah melapor akan keberadaan GWS Propinsi Sulawesi Selatan kepada BKOW dan GOW tempat bernaung,” saran Giwo.

Pada kesempatan itu Giwo juga mengajak DPW dan DPC untuk turut serta dalam Temu Nasional 1.000 organisasi perempuan pada konferensi perempuan sedunia pada 13-15 September di Yogyakarta.

Lantik GWS DPW Jatim

Sebelumnya, Dr. Giwo Rubianto juga melantik kepengurusan GWS DPW Provinsi Jawa Timur. Pelantikan dihadiri langsung oleh Gubernur Jatim terpilih Khofifah Indar Parawansa. Acara ini dibarengi dengan pelatihan UMKM Go Online.

Bicara UMKM Go Online, Giwo Rubianto menjelaskan, “Visi ekonomi Indonesia 2020 ialah menjadi The Digital Energy of Asia dengan target pertumbuhan transaksi e-Commerce sebesar USD130 miliar. Dalam mengejar visi ini, kita menghadapi dua tantangan utama yang harus diselesaikan secara seimbang dan serentak yaitu globalisasi dan sistem ekonomi yang adil dan produktif, yang berpihak pada rakyat serta terjaminnya sistem insentif ekonomi yang adil dan mandiri”.

GWS bekerjasama dengan Kominfo, blibli.com, go food dan Majalah Kartini memberi kesempatan kepada UMKM binaan Mitra Kerja GWS di Jawa Timur untuk mempromosikan produknya secara on line dan gratis yang tidak lain tujuannya adalah untuk mengangkat UMKM dan masyarakat demi menggerakan ekonomi kerakyatan di Jawa Timur.

Menurut Giwo, UMKM menjadi salah satu mata pencarian masyarakat Indonesia yang memiliki peran penting dalam membantu mendorong roda kehidupan untuk tetap berjalan.

Dengan pergerakan ekonomi masyarakat ke dunia e-commerce akan sangat membantu mempermudah transaksi, meningkatkan daya beli, serta dengan menyerap tenaga kerja yang tidak sedikit UMKM dapat memberikan kontribusi besar bagi perkembangan perekonomian negara.(RN)