Jakarta, innews.co.id – Pelantikan Pengurus Baru Asosiasi Perusahaan Jasaboga Indonesia (APJI) di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Senin (18/3/2019) melahirkan suatu optimisme besar, bukan saja secara organisasi karena dipimpin seorang muda yang dikenal inovatif, tapi juga secara bisnis menerbitkan harapan bahwa bisnis kuliner di Indonesia akan kian mendunia.

Bagi Irwan Iden Gobel Ketua Umum APJI periode 2019-2024, dirinya tidak saja ingin membawa kuliner Indonesia mendunia, tapi juga bagaimana membuat APJI mampu berperan besar dalam tercapainya pertumbuhan industri makanan dan minuman.

Jumpa Pers Pelantikan Pengurus APJI periode 2019-2024

Seperti diketahui selama ini dari data Kementerian Perindustrian, industri makanan dan minuman mencapai 8,67 persen atau melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,27 persen.

Di 2018, industri ini menjadi subsektor prioritas dan diharapkan dapat menjadi pendorong tercapainya target pertumbuhan industri nonmigas serta meningkatkan realisasi investasi di tahun-tahun ke depannya.

Iden Gobel (sebelah kiri) siap majukan APJI

Untuk itu, APJI perlu bersinergi dengan banyak pihak terkait seperti di sektor pertanian, perdagangan, perindustrian, pariwisata, dan sebagainya. Masing-masing sektor memberi andil yang tidak sedikit bagi kemajuan kuliner Indonesia. Apakah berupa suplai bahan baku, sumber daya manusia, kebijakan aturan, perijinan yang dipermudah, kesempatan promosi, dan sebagainya.

Lebih jauh Iden mengatakan, kordinasi lintas sektor menjadi sangat penting. Sinergi yang terjalin dengan baik, akan saling memperkuat satu dan lainnya, sehingga menjadi faktor penggerak perekonomian dan memajukan industri kuliner. Semua ini, berpotensi bagi kesejahteraan masyarakat dan para pelaku usaha.

Iden Gobel bersama Kepala Bekraf Triawan Munaf

Selain sinergi, kuliner juga terkait dengan masalah kreativitas. Kreativitas di bidang kuliner harus terus berkembang dengan berbagai inovasinya. Inovasi dalam pengembangan produk makanan dan minuman dari segi varian, cita rasa dan keamanan pangannya, inovasi dalam keahlian sumber daya manusia yang diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan, serta inovasi dalam alih teknologi seiring mengikuti kemajuan teknologi.

Inovasi teknologi seperti melalui adanya aplikasi akan mempermudah para pelaku industri kuliner dalam mengembangkan usahanya serta memperluas jangkauan pasar dalam dan luar negeri.

Kemudahan di bidang teknologi ini juga akan berdampak pada kemudahan akan akses penyediaan sumber daya manusia yang terdidik dan terlatih di industri kuliner, ketersediaan lapangan pekerjaan yang lebih luas. Dengan cara itu, pertumbuhan industri kuliner bisa lebih maju dengan pasar yang lebih luas.

Iden Gobel saat diwawancarai wartawan

Demi memajukan kuliner Indonesia yang dapat memperkuat identitas bangsa dan juga dapat bersaing di era global ini, Iden mengajak semua pihak, termasuk pengurus dan anggota APJI serta pemerintah dan instansi terkait, saling bekerja sama dan mendukung demi kemajuan masa depan industri kuliner di Indonesia.

Guna memberi pembekalan kepada para pengurus APJI, pada pelantikan ini diadakan pula talkshow, dengan menghadirkan pembicara yaitu, Dr.H. Asman Abnur E,E., M.Si (dewan Pembina APJI), Hendra Novianti (Deputy Director Business Partnership CRP Group: Upnormal, Bakso Boedjangan, Sambal Karmila, Fish Wow Cheesee), H. Bustaman (Founder Restoran Padang Sederhana).

Juga dilakukan penandatanganan sebagai tanda mulai diluncurkannya Aplikasi APJI yang dapat digunakan untuk mendukung segala kegiatan APJI. Adanya Aplikasi APJI, merupakan salah satu langkah konkrit APJI dalam mengikuti perkembangan kemajuan di bidang teknologi digital.

APJI merupakan organisasi di bidang kuliner yang terbesar dan tertua di Indonesia. Dimulai tahun 1976, pada 1978 terbentuk sebuah perkumpulan yang lebih besar bernama Himpunan Perusahaan Catering Jakarta (HPCJ). Pada 10 Oktober 1984 dibentuklah Asosiasi Catering/Jasaboga Seluruh Indonesia (ACSI). Selang 3 tahun terbentuklah Asosiasi Perusahaan Jasaboga Indonesia (APJI) yang disahkan pada 15 April 2003. Keanggotaan APJI saat ini ada di 24 provinsi di Indonesia dengan jumlah anggota sekitar 350 anggota yang tersebar di tingkat kota dan kabupaten di Indonesia. (RN)