Jakarta, innews.co.id – Kamis, (24/5) siang, sejumlah elit Partai Solidaritas Indonesia mendatangi Kantor Ombudsman RI, di Jakarta, hendak melaporkan Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Abhan beserta anggotanya Mochamad Affifudin atas dugaan maladministrasi. 

Beberapa elit PSI yang datang di antaranya Satia Chandra Wiguna Wakil Sekjen PSI, Andi Budiman Ketua Tim Kampanye PSI, Suci Mayang Sari Bendahara Umum PSI dan Dini Purwono kuasa hukum PSI. 

Kuasa hukum PSI Dini Purwono menjelaskan, laporan ini terkait kebijakan Bawaslu yang menyebutkan, PSI diduga melakukan pelanggaran Pemilu.

Dugaan Bawaslu itu sendiri didasarkan pada materi polling PSI yang dimuat dalam koran Jawa Pos edisi 23 April lalu.

Menurut Bawaslu, PSI diduga melakukan kampanye di luar jadwal, yakni dengan menampilkan citra diri dan nomor urut di dalam materi itu. Bahkan, kini laporan tersebut sudah ditindaklanjuti di Bareskrim sebagai bentuk dugaan pelanggaran.

“Laporan ini terpaksa dilakukan PSI, sebab jika dilihat secara peraturan perundangan, apa yang dilakukan Bawaslu itu adalah bentuk kesewenang-wenangan dan ketidakadilan,” jelas Dini. PSI menilai, proses hukum Bawaslu itu tidak punya dasar hukum dan cenderung dipaksakan.

Dengan laporan ini, PSI berharap, Ombudsman memberikan peringatan kepada Bawaslu untuk bertindak sesuai peraturan perundangan serta profesional dalam pengambilan keputusannya. 

“Kami meminta Ombudsman mendesak Bawaslu untuk mencabut laporan mereka di Polisi. Sekali lagi, ini atas dasar keadilan,” ujar Dini. (BY)